Becawo Bahasa Lampung

Suwatu panas paman apakku betanyo jamo nyak,

“Ulah nyow niku dapok becawo bahasa Inggris, kidang mak dapok becawo bahasa apakmu? Enowlah artino niku percuma belajar bahasa ulun lamun niku mak reti bahasamu.”

Masalahno, layin nyak mak dapok becawo bahasa Lampung. Amun nyak mak dikayun Apak cawo lampung, yu nyak meneng wah. πŸ˜‚πŸ˜‚ bangek becawo bahasa Indo jogow pikerku. Dang pusing2 miker ago ngejelaskan, sai penting amun ulun cawo lampung jamo nyak pasti reti.

Mak becawo lampung layin berarti mak dapok. Iyu, kan?

(Suatu hari paman bapakku bertanya pada aku,
“Kenapa kamu bisa bicara bahasa inggris, tapi tidak bisa bahasa bapakmu? Itu artinya percuma kamu belajar bahasa orang kalau ga ngerti bahasamu (maksudnya bahasa bapak)”

Masalahnya, bukan aku ga bisa bicara bahasa Lampung. Kalau aku ga disuruh bapak ngomong lampung, ya aku diem lah. Enak ngomong bahasa Indonesia aja pikirku. Jangan pusing-pusing mikir mau menjelaskan, yang penting kalo orang ngomong sama aku pasti ngerti.

Ga ngomong Lampung bukan berarti ga bisa. Iya kan?)

— Tetiba pengin bikin post ginian gegara liat blog orang pake bahasa Lampung. Ini lampung dialek Nyow, soalnya Ayah aku dari Penumangan Lama yang orang-orangnya berbahasa Lampung dialek O/Nyow. Mungkin kata-katanya masih ada yang sedikit-sedikit bahasa Indonesia dan yang ngerti dengan bahasa Lampung terutama dialek ini pasti tau perbedaanku yang ga terlalu fasih berbahasa lampung dengan kefasihan bahasa yang benar. Sejujurnya, wajar kalo ditanya gitu dan aku juga setuju sih. Tapi seperti yang aku tulis di atas, ga ngomong bahasa Lampung bukan berarti ga bisa. Aku cuma ga fasih, tapi kalau ada yang ngomong pake bahasa Lampung baik itu dialek A maupun O aku pasti ngerti. Hahaha. —

Perempuannya Yang Jaga Diri terus-terusan, atau…

Di kota besar, perempuan memang mesti pintar-pintar menjaga diri. Mau itu yang masih muda sampai bahkan yang sudah ibu-ibu, aku rasa semuanya pernah at least sekali seumur hidup mendapat perlakuan tidak baik di jalan. Kalo belum, alhamdulillah anda termasuk diselamatkan dari bahaya seperti ini. Ga usah pake acara ngomong, “ah, paling ceweknya aja yang salah. Udah pake baju seksi, jalan sendirian di tempat pula. Gimana ga diganggu orang” , karena berdasarkan pengalamanku malah gangguan-gangguan dari lawab jenis kebanyakan berada di jalan yang rame. Seperti tadi, di trotoar samping Chandra Teluk Betung. Hal sepele, nyentuh pun juga kagak sih sebenarnya. Tapi di depan segitu banyak orang, bapak-bapak merentangkan tangan di depan perempuan seolah-olah mau meluk itu di anggap apa coba? Masih bisa ga dianggep bercanda? Jarak antara aku sama si bapak tukang becak itu sekitar semeteran, jadi ya emang ga nyentuh sama sekali. Tapi bercanda di depan orang banyak ke perempuan yang jelas-jelas ga saling kenal sama dia, kalo aku bisa mungkin sudah aku laporin sebagai tindak pelecehan. Setidaknya kalaupun ga punya pendidikan tinggi, kan masih punya pendidikan agama. Apakah ga berfikir kalau hal semacam ini dilarang agama?

Ini pun terjadi tanpa perlu aku pakai pakaian seksi. Kejadian pun di depan area yang ramai. Mungkin yang membaca post ini akan bilang, “ah lebay. Kan becandaan doang ga usah berlebihan.” Well, seandainya kamu di posisi aku, enak ga kira-kira diperlakukan begitu sama orang ga dikenal? Yang ada bukan ketawa nganggap itu lucu, justru malah takut. Sama yang udah kenal aja masih kaget kalau tiba-tiba digituin, apalagi yang ga kenal begini? Rasa kesalnya pun ga ilang-ilang padahal kejadiannya sudah sejam berlalu.

Jujur aja, kelakuan-kelakuan orang-orang aneh seperti ini bukan pertama kali aku rasain. Dari masih SD aku udah aware dengan kondisi jalan raya, gang dan daerah perumahan sepi itu ga ada yang 100% aman sejahtera. Pernah denger cerita di luar sana tentang anak SD diperkosa bapak-bapak di pinggir jalan? Dulu aku pernah hampir ngalamin kejadian ini di Gang seberang Xaverius 1 Teluk Betung ( kalau yang tahu, tepatnya yang tembus ke puskesmas. Kejadiannya tepat di samping puskesmasnya). Untungnya masih bisa menyelamatkan diri, tapi itu cukup bikin trauma sampai sekarang. Tindakan sex exhibitionism? Aku juga pernah jadi korban laki-laki ga dikenal yang mengeluarkan kemaluannya di daerah Kangkung Dalam, Teluk Betung. Bahkan semasa kerja ini pun bukan sekali dua kali aku diganggu dan dilecehkan orang di jalan; mulai dari yang sekedar colak-colek bokong di angkot sampai ngeluarin kemaluannya. Waduh, bisa dijadiin satu buku kalo diceritain satu-satu. Tapi banyak. Dan ga ada satupun di antaranya dalam keadaan aku pakai baju seksi dan mengundang. Satu atau dua di antaranya memang terjadi tempat yang sepi, tapi seperti kejadian paling pertama yang aku sebutin di awal post malah sebagian besar di tempat yang rame. Bingung sendiri rasany, kok tega sekali melecehkan orang. Kalau lagi pakai tanktop dan hotpants terus diganggu, aku masih bisa nganggap ini murni kesalahan akunya yang ga memakai pakaian sopan saat keluar. Sedangkan ini, sudah pakai celana panjang dan kaus lengan 3/4 gombor segede baju emak gw delalahnya masih kena juga digangg orang di jalan. Aduduh.. apakah Indonesia seberbahaya itu ya sampai di jalan aja ga ada yang aman lagi?

Prihatin loh aslinya aku tuh, karena tingkat kriminalitas di jalan kayaknya makin bikin resah orang-orang yang biasa kemana-mana jalan kaki kayak aku ini. Udah naik motor banyak resikonya entah itu kecelakaan sampai yang kena begal lah, di jalan pun ngalamin hal semacam ini juga. Aa sering banget ngebecandain aku, bilang “Jangan sendirian kalo kemana-mana, ntar kamu di culik.” You have no idea loh actually. Aku udah ibarat makan asam garam sama yang beginian. Masalahnya, salah siapa? Kejadian kayak gini kalau ditanggepin sama pihak berwajib, jawabannya cuma wacana supaya hati-hati, jangan kemana-mana sendirian di tempat sepi dan memakai pakaian yang sopan. Plis deh pak, masa saya beli makan di pinggir jalan yang jaraknya cuma lima menit dari kosan mesti pake rame-rame? Terus salah kitanya gitu kalo jalannya sepi? Atau kalau sepulang kerja kebetulan seragamnya rok pendek atau kaus nyetrit jadinya gimana tuh, salah kita juga?

Permasalahannya adalah hal beginian ga ada pembelaan ke pihak yang dirugikan. Kalau udah ada kasus pelecehan, orang cuma bisa berkomentar ‘Makanya ini dan makanya itu’. Kenyataannya orang-orang yang melakukan tindakan pelecehan begini ya belum tentu dapat ganjaran. Kalo ngelawan, malah balik menyalahkan atau ngelak. Orang cuma bercanda, katanya. Situ senang ya bercanda-bercanda bikin takut orang, situ punya anak atau istri dibegitukan orang kok marah ya? Kan egois ya. Jadinya, yang disuruh ‘tahu diri’ ya pihak perempuan. Ya tahu dirilah, kalau cewek harus hati-hati, ntar diganggu orang. Trus yang ngeganggu mesti diapain? Didiemin aja?

Plis dong, plis ini mah. Tolong renungkan ini. Mesti apa, selalu perempuannya yang kemana-mana harus up-guard kayak dikejer setan, atau pihak-pihak terkait yang seharusnya melakukan tindakan yang benar-benar tegas untuk para pelaku biar ada efek jera?

[Special] Indonesian Correction

Finally, after burning my head off by finishing members’ QA compilation, I can post something in here. This post is a special page for Joe-san, who had posted a Indonesian language post in his blog. I spotted some parts that aren’t really understandable and offered Joe-san to make some corrections. He agreed, and here I am! The original post is here. First, I’ll give hints about the parts that I think aren’t understandable with red color. πŸ™‚

November 13, 2013. Bubaran dari Watariroukahashiritai (Warota) , spin-out unit dari AKB48, telah dilaporkan. Terus, 27 November, itu telah diumumkan resmi di situs resmi Warota.
Saat itu, page untuk mengumumkan peluncuran best-album sudah upload. Dalam page ini, Haruka adalah fitur dengan cara berikut; “Haruka yang populer nasional (di Indonesia) sebagai center di JKT48”. Hmm… Karena dia tidak ada di center selalu, ini adalah sedikit salah. Tapi, meskipun sebagian besar orang Jepang (termasuk fans 48G) tidak tahu popularitas dari Haruka di Jepang, Aktivitas dia telah dihargai di Jepang juga. Kalimat ini adalah contoh itu. Aku juga senang.
Omong-omong, ketika bubaran dari Warota dilaporkan, beberapa fans Indonesia meminta aku alasan untuk pembubaran. Berbagai media telah melaporkan yang alasan adalah “Keretakan antar member”, atau “maraknya generasi baru”. Tapi alasan sebenarnya tidak diketahui. Toh, ayo berharap keberhasilan mereka. Oh iya, Komentar tentang bubarkan dari Warota oleh Haruka telah diposting di situs berita hiburan, Jadi aku menulis itu juga.
“Aku sedih dengan bubaran Warota. Tapi setelah ini kegiatan yang bukan Warota, kalian akan bisa melihat kami yang tingkat ke atas daripada sebelumnya. Aku harap bahwa kalian harapkan itu.”

Now, the correction, or we can say it as my version, will be like this.

November 13, 2013. Pembubaran dari Watariroukahashiritai (Warota) , spin-out unit dari AKB48, telah diberitakan. Lalu, 27 November, ini telah diumumkan secara resmi di situs resmi Warota.
Saat itu, page untuk mengumumkan peluncuran best-album sudah diupload. Dalam page ini, sebuah kalimat menyebutkan Haruka sebagai berikut; “Haruka yang populer nasional (di Indonesia) sebagai center di JKT48”. Hmm… Karena dia tidak selalu ada di center , ini sedikit salah. Tapi, meskipun sebagian besar orang Jepang (termasuk fans 48G) tidak tahu popularitas Haruka di Jepang, Aktivitasnya telah dihargai di Jepang juga. Kalimat ini adalah contohnya. Aku juga senang.

Omong-omong, ketika pembubaran Warota dilaporkan, beberapa fans Indonesia menanyakanku alasan pembubaran. Berbagai media telah melaporkan beberapa alasan seperti “Keretakan antar member”, atau “maraknya generasi baru”. Tapi alasan sebenarnya tidak diketahui. Toh, ayo berharap saja pada keberhasilan mereka. Oh iya, Komentar tentang pembubaran Warota oleh Haruka telah diposting di situs berita hiburan, Jadi aku menulis tentang itu juga.
“Aku sedih dengan pembubaran Warota. Tapi setelah ini kegiatan yang bukan sebagai Warota, kalian akan bisa melihat kami yang meningkat ke atas daripada sebelumnya. Aku harap kalian juga mengharapkan itu.”

November 13th, 2013, the disband of Watariroukahashintai (Warota) has been reported. Then, November 27th, it’s been announced officially in their official site.

At the time, a page to announce the best-album launching has been uploaded. In this page, Haruka was the feature by this way, “Haruka, who is nationally popular (In Indonesia) as JKT48 center”. Hmm, since she’s not always in center, it’s a bit wrong. But, even though most Japanese people (48G fans included) don’t know about Haruka’s popularity in Indonesia, her activity is also appreciated in Japan. This sentence is the example. I’m also happy.

By the way, when the disband of Warota was reported, some Indonesian fans asked me the reason for disbanding. Various medias have reported some reasons such as “withdrawals between members” or “trend of new generations”. But the actual reason is unknown. Nonetheless, let’s just hope for their success. Oh yes, a comment about Warota disbanding by Haruka has been posted in entertainment news site. So I write about it too.

“I’m sad about Warota disbanding. But after this, activity which is not Warota, you can see us in higher level tha before. I hope you also expect that.

Points of my corrections :

1. Bubaran. In the article, “Pembubaran” has been used, so I’m a bit confused of why this word is still used, because “Pembubaran” is more correct than “Bubaran”. πŸ˜•

2. Dilaporkan sounds weird in this article, “Dikabarkan” or “diberitakan” will be better for it. They have the same meaning as “Reported”.

3. Terus : “Lalu” or “Kemudian” will be better.

4. Itu telah diumumkan resmi : I think it’ll be better to write it as “Ini telah resmi diumumkan” or “Ini telah diumumkan secara resmi”. See the position of word “Resmi”?

5. Upload : it should be added with “Di”, to be “Diupload”, like English form “Uploaded”.

6. Haruka adalah fitur dengan cara berikut. As far as I know, usually people prefer saying “Someone is mentioned in this page/article” than “Someone is featured in this page/article”. So, I think it’ll be better if it’s written as “sebuah kalimat menyebutkan Haruka sebagai berikut” (“A sentence mentioned Haruka as follows”).

7. Tidak ada di center selalu will be better written as “Tidak selalu ada di center”. ^^

8. Some words in this article can be omitted to make short, like Adalah, dari, untuk, itu. Shortening words can also happen on Aktivitas dia dan contoh itu, written as “Aktivitasnya” and “Contohnya”.

9. Meminta aku actually is better written as “Menanyakanku”. Oh and also, in short form. πŸ˜€

10. Yang alasan adalah : I don’t really understand what it means, maybe it’d be better if written “beberapa alasan seperti” (“some reasons such as”)?

11. Toh, ayo berharap keberhasilan mereka : “Toh, mari berharap saja pada keberhasilan mereka” (nonetheless, let’s just hope for their success”)

12. Aku menulis itu juga : “Kutulis juga” or “Aku juga menulis tentang itu”.

13. Kegiatan yang bukan Warota : “Kegiatan yang bukan sebagai Warota

14. Yang tingkat ke atas daripada sebelumnya : “Yang lebih meningkat daripada sebelumnya” (“Who are more improving than before”)

15. Aku harap bahwa kalian harapkan itu : “Aku harap kalian juga mengharapkan itu” (“I hope you also expect that”)

Well, that’s all. Hope it can help you to understand about Indonesia. Oh, and I also add the English translation here in case there’s anyone who doesn’t Bahasa at all. By the way, since I can’t understand Japanese, I’ll have to apologize if my version isn’t equalized with the Japanese text. I only attempt to correct the Indo one. Hehe. πŸ™‚ As for Joe-san, I’ve done my promise. Hope you like it! πŸ˜€