Kalau Libur

Libur itu enak kalo ga terlalu lama hingga bikin bosen yang rasanya setengah hidup. Ke kampus pun cuma ngumpulin FRS, download gratis, pulang ke rumah cuma bawa capek dan ngantuk. Abis itu nongkrong lagi di rumah nungguin pengumuman. Kalo punya pekerjaan di luar kuliah sih masih mending ya.

Kalo dulu waktu SMP atau SMK, jangka waktu liburan sih masih jelas. Pas masuk langsung belajar. Ga enaknya jadi mahasiswa nungguin nilai yang belum keluar juga, jadwal kelas belum di rapatkan, beuh… Kayak gini mau cepet wisuda. Nemen deh.. Ckck..

Ada satu hal aneh yang sering aku lakuin kalo lagi liburan, yang sebenarnya ga pernah aku rencanain. Pas liburan, biasanya aku suka begadang semaleman meskipun aslinya mah ga ngapa-ngapain. Kalo ga nonton video ato baca komik di laptop, paling juga ngenet. Udah gitu, anehnya bisa tahan juga ga ngantuk sampe akhirnya lupa sendiri sama waktu. Tapi yah, siangnya juga ngantuk banget sih… Haha.. Sama aja kalo dipikir-pikir. Tapi berasa creepy gitu begitu sadar ga ada suara lagi terdengar dari ruang tengah. Ehh.. Ternyata cuma aku sendiri yang masih belum tidur. Abis itu suka jahil-jahil sendiri, pokoknya aneh-aneh; foto-foto narsis, dandan-dandan, haishh… Aneh dah pokoknya. πŸ˜€

Kayaknya sih.. Kebiasaan aneh ini mulai timbul sejak aku jadi terlalu sering begadang nyelesain tugas akhir. Biasanya jam 3 pagi masih anteng depan laptop gitu sampe lupa sama yang lain. Yah.. Tapi aku juga ga mau punya kebiasaan aneh gini, apalagi pas liburan… 😐

Kalo libur, bosennya luar biasa. Tapi kalo di suruh masuk kuliah malah males. Mau jadi apa ya selanjutnya? Hahaha.. πŸ˜†

Post ini dikategorikan sebagai “Liburan Post Goal”.
Tentang “Liburan Post Goal” :
Liburan Post Goal: One Day One Post
Liburan Post Goal (2)

Marriage

Marriage is not a rare topic to discuss between my friends and I on Campus. Attending one of our friends’ wedding today has given me some weird feeling, but strangely I found it amusing. I said to my self, “she’s barely 20 and already married, and I don’t even want to talk about marriage with my boyfriend more than five minutes whenever he starts mentioning it.” Really, I admit to myself that the thought of marriage is terrifying. It’s not like I don’t want it, just the time. The readiness to take that step is so far away. Nonetheless, I’m still happy that my friend has finally taken a big step in her life to be a wife. Young marriage, what a brave decision. She said once when asked about her marriage, “It’s better than making sins.” Big WOW.

She’s a very beautiful bride today. Sadly I didn’t have my phone to take some photos, but I’ll ask my friends tomorrow. I never thought before that coming to friend’s wedding reception could be so tiring. I got splashed by muddy truck in wet road since it was raining in the afternoon. But yeah, I’m happy I could come and celebrate with all friends in class. It was a nice moment for me. Seeing the newlyweds sung was also fun. πŸ˜† congratulations for Nurohmah and her newly wed husband. πŸ™‚

Post ini dikategorikan sebagai “Liburan Post Goal”.
Tentang “Liburan Post Goal” :
Liburan Post Goal: One Day One Post
Liburan Post Goal (2)

Penting Nggak Ya?

Entah dimana ya aku baca judul artikel, “Seberapa Pentingkah nilai IPK bagi mahasiswa?” di twitter? Meskipun aku ga akses linknya, mungkin bisa di bilang judul post blog itu semacam kayak “struck the nerve-thing”. Kadang suka mikir dan diskusi juga sama temen di kelas, sebenarnya nilai IPK itu penting buat kita atau ga. Jawabanya ya muter-muter sih, tapi toh waktu nilai IPK terpampang nyata di bawah deretan grade tiap mata kuliah… Kenyataanya penting juga, dan masih jadi pemikiran serius kalo terjadi penurunan. Beuh.. Enakan jadi SMK dulu ya, dapet telor bebek juga nyantai. Haha.. πŸ˜† Apalagi kalo denger ada temen yang harus ngulang makul karena ga lulus, bikin aku jadi agak ngeri gitu. Nilai IPK-ku sendiri juga belum keluar hasilnya, tapi dari yang ditunjukkin dosen pembimbing lewat laptopnya sih ada satu C. Jah… Masih syukur deh dapet C, daripada dapet E. Uhukk…

Mungkin agak egois kalo dibilang nilai IPK itu ga dianggap penting buat mahasiswa. Ya lucu donk, masa susah-susah ngejar makul dan nyelesain tugas akhir kayak orang kesetanan terus cuek bebek ama nilai IPK. Emang sih, ga jamin juga kalo nilai IPK bagus terus bisa mudah dapet kerja. Ada banyak faktor yang harus terpenuhi. But, come on, gile boo kalo IPK itu dianggap ga penting. Kalo gitu mah ngapain lembur SKS demi ujian? Ngapain pula pusing ngurusin tugas akhir? Ujung-ujungnya nilai IPK itu ngaruh kan ya dalam kehidupan mahasiswa. Ckck.. πŸ™„ Kita memang selalu mengharapkan nilai di angka yang baik dan hal tersebut juga memberikan dampak positif buat karir kita nanti, makanya kalo bisa dapat nilai yang paling tidak membuat diri sendiri puas, kenapa ga mau di raih? Salah satu dosen, kata teman sekelasku sempet nyeletuk, “kenapa fanatik nilai?”. Masalahnya bukan fanatik nilai, tapi tentunya kalo kita mengerjakan sesuatu pasti kepingin ada hasil. Hasil terdekat mahasiswa dalam kuliah ya nilai IPK. So, why not important? Daripada nyesel ga pernah punya kesempatan dapet nilai IPK bagus kan ya? Hehehe.. :mrgreen: bangga dikit gitu jadinya. πŸ˜‰

By the way, ini post telat ya. Mahap deh, gangguan teknis. Haha.. πŸ˜†

Post ini dikategorikan sebagai “Liburan Post Goal”.
Tentang “Liburan Post Goal” :
Liburan Post Goal: One Day One Post
Liburan Post Goal (2)

Being Healthy

I think I fully agree about this statement, “health is a valuable thing that’s given to us everyday but rarely got thanked for.” Especialy after being sick for two days with all those pains. I’m mostly at a better condition and mood now, my fever has gone and no headache to kill my head. The sore throat is still here, though it’s a lot better than yesterday. I can’t be more grateful for this recovery state. God bless. πŸ™‚

Being sick also made realize that it could give such a great effect on my activities. For example, results of last two days posts. I’ve writen short, lame, senseless pieces of crap, and I’m dissapointed. I always make sure not to let sickness influences my writings, because it’ll end up very crappy. But, well, it’s not like I could control it, right? The point is, I’m so glad I’m being healthy again. πŸ˜† it’s also short to be honest, but at least it’s more decent than the previous posts. Haha. Weak excuse, I know. I’m a bit out of ideas after being sick. Luckily it didn’t damage my brain. :mrgreen: Well, to make this post has a bit eventful element I actually want to tell that I had fun with my little brother this afternoon. We were reading and downloading latest Onepiece chapter and some from Naruto via my laptop. Few weeks ago I thought it was a disaster when I had to re-instal Windows 7 due to startup damage, but after getting bluetooth adapter installed now I don’t need too worry about the lack of modem. I can connect to my brother’s phone via bluetooth and use it as modem. Haven’t even known anything cool like that until I discovered it. I love you bro. πŸ™‚

Hopefully I won’t get into the same condition in near future. I hate being sick. 😐

Post ini dikategorikan sebagai “Liburan Post Goal”.
Tentang “Liburan Post Goal” :
Liburan Post Goal: One Day One Post
Liburan Post Goal (2)

Aduh Sakiitt….

Aku itu jarang kena demam, apalagi sakit kepala hebat. Entah mungkin karena infeksi atau apa, udah dua hari kena demam. Biasanya sih kalo kena demam pun ga pernah kerasa apa-apa, paling ya lemas dikit. Lho kok dua hari ini badan tuh kayak di tusuk-tusuk, sakit semua padahal seharian cuma baringan, tambah pula sakit kepala dan tenggorokan. Jelas lah kaget, tiba-tiba gini. 😐

Sekali-kalinya liat muka sendiri pucat, kayak orang mati. Ckck.. Sakitnya itu lho, bisa seluruh badan. Tadi sempet mikir, “aduh.. Hari ini absent donk posting di blog.” saking ga kuat mandang layar hp. Akhirnya tetep posting juga, meskipun badanku bener-bener kaku karena sakit, mataku juga ga kuat karena panas gitu.

Ini beneran demam karena infeksi bisul di kaki, gejala panas dalam atau gimana ya? Sumpah, dari kemarin panasnya ga turun-turun, cuma keluar keringat dingin aja nih… Huhu… πŸ˜₯

Post ini dikategorikan sebagai “Liburan Post Goal”.
Tentang “Liburan Post Goal” :
Liburan Post Goal: One Day One Post
Liburan Post Goal (2)

Saturday, and I’m a Wreck

I swear, it’s one of the hardest post I’ve writen. With a very bad-assed headache that makes me can’t even bear facing phone screen like this, I’m officially busted. Sweet God, how could you create something evil like headache?? I’m seriously dying here. #headbanging.

By the way, it’s Saturday. I’m a lazy bum on Weekend. Some people usually talk about hanging out with their boy or girlfriends, what to wear, and where to go. It’s a common topic around Saturday, sometimes gets too much to catch up. It’s a kind of thing that used by people to make ridiculous jokes about singlers. It’s far from funny and I don’t want to take amusement from it. Honestly, I technically hate those who fuss a lot about Sat night. What about it? I can’t even see any importance in that night. πŸ™„

It can’t help that I’m having a headache now. Geez, what a wrecking day. And I’m a wreck. I want to brood and sulk and chuck a tantrum. Gah!

Post ini dikategorikan sebagai “Liburan Post Goal”.
Tentang “Liburan Post Goal” :
Liburan Post Goal: One Day One Post
Liburan Post Goal (2)

Membaca Setiap Hari

Bisa dibilang aku suka baca tapi ga punya satu novel pun. Rata-rata kalau kepingin baca novel pasti pinjam, baik dari perpustakaan sekolah maupun dari teman. Komik sih, soal lain ya. Tapi sekarang udah jarang baca komik dan biasanya juga baca scanlation, soalnya praktis dan ga banyak makan tempat. Nah, terus bahan bacaannya apa donk (selain postingan blog, tentunya) jadinya?

Jawabannya : online English stories.

Hobby baca fiksi online udah lama banget jadi kegiatan harian, yang jelas sejak pertengahan PKL kelas 11 SMK. Bulan kedua PKL, bawaannya bosen setengah hidup, kerjaan juga selesai lebih cepat sehingga bawaannya di kantor nganggur. Waktu itu aku belum tertarik sama socmed macam Facebook dan Twitter, jadi mojoknya lebih sering di Kemudian.com. Baca cerpen dan cerbung di sana dan sempet jadi anggota, eh tapi cerpen buatanku malah dikritisi katanya ga ada emosi yang kerasa. So, yah… Downfall. Kecewa itu pasti. Akhirnya mencoba main di FB akibat ajakan sohib karib. Habis itu jarang baca-baca fiksi online lagi.

Ketemu Fanfiction.net dan akhirnya sampai sekarang jadi rutinitas harian untuk baca fiksi di sana, yang mungkin jadi lebih mudah untuk mempelajari English karena hampir setiap hari baca fiksi English. Mulai dari yang banyak typo dan error-grammar sampai yang spotless tapi kurang kreatif soal ide cerita. I guess, there’s a lot of people out ther who obviously have great talents in writing but not chance in book-publishing. Selain itu, mungkin pertimbangan soal internet yang lebih menjanjikan publikasi dan audience yang lebih besar dengan biaya dan kerja minim. Lha, wong upload video cuma joget-joget aneh di youtube bisa terkenal dalam hitungan detik, apa susahnya? Tapi justru di situ sih masalahnya; penulis banyak, bakat menulis pun banyak, tapi belum tentu tulisannya cukup menarik dan menggugah hati untuk dibaca. Dari tahun 2009 hingga sekarang lalu lalang baca online fiction yang entah udah berapa banyak jumlahnya, jelas banget transisi antara yang tadinya cuek bebek sama over-typos, missspelling dan error-grammar. Kadang ini bikin aku aware sama perkembangan diri sendiri sekaligus juga jengkel karena ga bisa tahan untuk merhatiin satu bagian kalimat yang misspelled padahal ceritanya lagi di point menuju seru.

Misalnya di Fictionpress.com (masih sodaraan sama Fanfiction.net), Banyak fiksi yang bagus, menarik, walaupun rata-rata romance yang dramatis, at least pointnya adalah narasinya lumayan cukup bagus untuk bikin aku ga berhenti baca dan hunting cerita lain. Ada beberapa yang masih dalam list tapi di summary ternyata di removed dengan alasan prevent from plagiarism atau si author kepingin melanjutkan karir menulisnya lebih jauh, dan itu mengecewakan. Apapun, aku ga bohong kalo membaca online story setiap hari itu satu-satunya hobby yang masih betah aku lakuin sampai sekarang. Blogging juga seru sih, tapi kan ga tiap hari. Kadang bisa bosen juga. Kalo baca fiksi online, anehnya ga pernah bosen. Selesai satu judul, penasaran cari yang lain. Tiap ada kesempatan, online di hp, baca lagi. Ga puas satu cerita, muterin list cari yang lain. Siklusnya seperti itu. Banyak vocabulary yang aku ngerti dan familiar tapi kalo ditanya lexical meaningnya malah bingung, anehnya itu. Hahaha… πŸ˜€

Yang penting baca setiap hari, kapan aja dan di mana aja. Ehekk.. :mrgreen:

Post ini dikategorikan sebagai “Liburan Post Goal”.
Tentang “Liburan Post Goal” :
Liburan Post Goal: One Day One Post
Liburan Post Goal (2)