Off Day Story : Visiting My Old School

I spent 13 years education at St. Xaverius 1 School. It’s located on Teluk Betung, my current hometown which had also been the town I was born in. Since moving to Tulang Bawang, I had promised myself to come again to this school someday and meeting all my former teachers. In 9 months of my living and working days in Teluk Betung, this was the first time I finally visited my old school. Everything seemed changed and unchanged in the same time. The building structure was still the same, some had been changed, but it’s still St. Xaverius 1 School I’ve known since little. Unfortunatelly I only met few of my former schools and made casual conversations before going to Gramedia Store for book hunting. No photo with them, but it’s alright because I thought it’d be awkward if I asked them to take photos with me. I was planning to read some books on its library though, but ended up looking at previous Xaturnus editions. Xaturnus was my school buletin book, namechanged from “Kompax” to “Xaturnus” in my third year of JHS. My year edition, surprisingly was still stored in at the library. The cover was my coloring work. I forgot to take a picture, but next time I’ll take one to show in here.

There were some things I discovered when visiting the school, like a trio of JHS girls who were sitting at stone bench with their smartphones, the school which looked less crowded than I used to remember, or the school itself. I had mentioned above that everything seemed changed and unchanged at the same time, and it made me realized how times were too far gone after I graduated. I could still pictured myself wearing my pink kindergarten uniform, white-red ES uniform, and white-blue uniform. At that time we didn’t see much of children carrying phones because that’s still an expensive thing for us to have. Richer ones showed off with two gadgets at JHS, which at the time was cool enough if it had camera and cool ringtones/wallpapers. Seeing those girls with their samsungs a bit disturbed me, but I guessed it’s how my school days were pictured in this generation. My days with Nokia 7610, and them with Samsung Galaxy Grand duos. All was just the same anyway.

I didn’t mentioned my visit to my brother when I texted him. He also took 5 years education in here, before our family moving to Tulang bawang. I think my brother also missed this school, though he rarely talked about it with me. But it’s still the same school we had spent our days learning and playing, so I knew he’d also want to have a visit. Hopefully when he visits here, we’d have a chance to visit the school together.

Antara Dumay dan Lembaran Kertas

Happy Sunday visitors! Hopefuly the second day of September will be one of your best Sunday. Buatku weekend begini sih.. Ada perasaan nostalgia yang tiba-tiba muncul ketika lagi iseng nulis gaje di buku binder hari ini. Saking kangennya sama masa unyu imut-imut dulu sampe rela buka lagi diari buluk yang panen debu. Pada akhirnya gx kuat juga deh.. Soalnya daku udah keburu setengah pingsan gara-gara bersin mulu. Parah nih alergi debu. :/

Kalo ngomongin gimana kesanku setelah baca beberapa halaman diari jaman sekolah dulu, yang terpikir pertama adalah, “gila, dulu gw kebo banget dah..” ato “Ya ampyuuun gw males banget kalo di suruh mamak..” Soalnya emang dulu tuh diari jadi tempat komplain kalo lagi bete abis di semprot orang tua. Hehe.
Sekarang mah udah gx bisa ngebo tidur dari siang ampe lewat maghrib, dan meskipun suka bete kalo ngeliat rumah berantakan tetep harus beresan daripada di biarin begitu. Kan gx enak juga ketika ngeliat ini itu numpuk belum di beresin sementara yang harusnya bertugas malah ngaso. Malu soalnya, umur udah segini tua. (nyadar ternyata :p )

Selain itu juga, daku juga dapat overall summary bahwa dulu daku tuh seneng banget memulai catatan diari dengan keluhan betapa boringnya hidup ini. Ya wajarlah.. Dulu belum punya hp canggih, cuma hp jadul paling banter buat sms ato talipun. Kerjaan tiap hari berotasi dari tidur-makan-sekolah-nonton TV-tidur lagi. Pikiran mau ngebantuin orang tua levelnya minus 100, makanya mamak tuh komplainnya luar biasa. Hehe.. Inget sama kemalesan diri dari tulisan tangan sendiri malah bikin daku malu. Ternyata ada bagusnya juga membaca kembali tulisan tentang kelakuan sendiri di masa lalu, dimana hal tersebut menyadarkan kita untuk gx lagi menjadi orang yang sama dan lebih berusaha lagi memperbaiki diri. Gimana pun juga gx mungkin lah sikap dan kebiasaan buruk dipelihara terus. Apa kata dunia? (apa yaa? Aduentahyaaa.. XD)

Agak sentimentil gx sih isi postnya? Kayaknya nostalgia bikin postku kerasa gloomy gitu. Emang ya kalo lagi curhat galau hasilnya galau. Hehe..
Jelasnya sih, membudayakan menulis diari itu bagus lho. Dokumentasi pribadi lewat tulisan tangan lebih bebas daripada di dumay, karena biasanya kalo ngepost di dumay udah versi editan. Misal ketika lagi marah sama seseorang daku palingan cuma update status ato ngetwit ‘gue bete..’ dan semacamnya. Lain cerita kalo di diari, mau abis 5 lembar juga serah kita yak’. (dan aku gx bohong pernah ngabisin 5 lembar cuma gara-gara sebel sama satu orang) Pokoknya diari itu enak aja jadi tempat curhat paling aman, kalo gx sempet dibaca siapa gitu..

Yo weis lah, ejo gawoh post ekam. (campur amat bahasa gw XD ) Until later aja ya bagi anda yang kebetulan baca post ini. Sekalian rate ato komen plis.. :>

Ketika Tahu apa itu ‘Blog’

Galau itu gx enak.. Sumpah.. Tapi sekarang bukannya kepingin lebay curhat-curhatan betapa dramanya hidup ini. Hehe.. Gx lah.. Gx segitunya. Tapi emang ketika galaunya daku berada di atas level standar, rasanya gx puas banget cuma nongkrong di Facebook dan Twitter. So siang tadi sebelum berangkat kuliah iseng aja blogwalking nyari blog yang worth reading, alias bagus buat dibaca. Bertemulah dengan salah satu post entry tentang si blogger yang dapet kesempatan ketemu dan foto bareng dengan Raditya Dika. Walaupun bukan cuma itu sih yang kepingin aku bahas, karena dia merupakan fansnya Raditya Dika daku rasa wajar kalo cara penulisan blognya lucu-lucuan mirip Raditya. Justru sembari memahami isi post di blog tersebut, lama-lama jadi mikir ketika dulu betapa kagumnya daku dengan gaya bahasa Kak Dika yang kocak abis sampe-sampe pernah bikin presentasi microsoft Frontpage dengan gaya bahasa yang berusaha ngelucu dan ngocol. Entah kenapa setelah punya blog kayak gini justru daku merasa bahwa hal tersebut terlalu alay untuk dilakuin.

Kalo mau jujur sih.. Sebelum baca bukunya kak Raditya Dika yang kambing jantan aku belum bener-bener nganggap blog sebagai sesuatu yang fun. Paling kalo punya personal homepage kayak dulu ketika Mehompy.com masih ada yang aku isi cuma foto ato copas hal-hal ringan. Blogwalking kebanyakan ke sites yang nyediain wallpaper keren, secara dulu masih gandrung banget sama manga dan anime.
Dan ketika blog kemudian menjadi sesuatu yang bukan hanya sekedar kumpulan info atau cuma curhatan harian, ternyata bisa dibukukan dan hasilnya keren banget. Daku pikir, “Kok bisa, ya?” dan pastinya orang lain juga berpikiran sama. Kok bisa sih segitu lucunya sampe aku ketawa ngakak sejak buka halaman pertama. Dalam hati pokoknya bertekad pengin sesukses Raditya Dika.

Well.. Seneng sih seneng ngeblog, cuma kalo maksain lucu dan semacamnya kan malah jadi kayak copy-cat. Niru-niru doank. Dan pada akhirnya daku semakin sadar bahwa ngeblog bukan hanya tentang jadi terkenal dan blognya di baca semua orang, atau panen comment dan hits. Semakin sering ngeblog, semakin daku berpikir bahwa memposting suatu cerita yang meskipun gx dibaca orang lain merupakan sebuah kesenangan sendiri. Bahwa disinilah tempat dimana daku bisa mengemukakan pendapat pada setiap hal yang ada disekitar, tanpa perlu pusing apa ada yang bakalan baca ato berapa banyak komentar yang masuk. Simpel aja.

So intinya, be natural. Kalo gaya bahasa kita sebenarnya lebih serius ya serius aja. Justru malah jadi kejutan kalo diantara kalimat bernada serius ada selingan banyolan lucu daripada kekocakannya itu bermirip ria dengan yang udah terkenal. Misal di blog yang aku sebutin di atas ada kata-kata, “lumayan buat ngusir tikus di rumah.” That’s so copy-cat, you know. Agak kurang original, jadi berasa maksa. Kalo gx banyak kalimat-kalimat kayak begitu pasti postnya jauh lebih bagus.

Anyway, kalo mau terkenal gx perlu ngeblog kali ya. Kayak si Pocong aja bisa mengIndonesia berkat Twitter. Kan sama-sama dapet pengikut en balesan bejibun. Hehe.. Ya udah deh.. Happy Thursday aja yaa.. Loph you visitors, terutama yang ganteng. Hahay, sekalian minta no hpnya ih.. Hihi tambah ngaco gw. XD

Independence Day

Oh my.. Indepence Day. Freaking Independence Day! Indonesian people, it’s 67th Anniversary of our Independence event. Lomba donk lomba, tapi jangan lomba makan kerupuk ya. Kita kan lagi puasa, hehe. And Guess whaat, two days left until Eid. Waaaaaaii I can’t wait!! Akhirnyaa.. *usap air mata* hari kemenangan akan segera datang.. Hiks. Aku tak menyangka akan begini cepatnya *nangis bombay capcay*. Wkwk.. Budayanya kita di hari lebaran pasti berhubungan dengan kue, silaturahmi (ya ini mah bukan hari raya doank), salam-saliman, en baju baru. Dan rutinitas musiman menjelang lebaran adalah belanja. Belanja yang rasanya kayak menghadapi medan perang *mokad*, why? Tuh, nyokap-nyokap yang tiba-tiba staminanya sekencang gajah menerobos barikade manusia di pasar. Ckck, 3 jam gx cukup dah cuman muter-muter doank tapi akhirnya gx beli apa-apa. Emaaak.. Huhuhu.. Penuh perjuangan deh.. Emang beda belanja sama nyokap dengan bokap. Well, setahun sekali ini.. Ga pa palah walopun terkapar sampai di rumah *manyun karena inget lagi*.

Continue reading

Perubahan yg tidak pantas ditiru

Dalam post-post sebelumnya daku pernah curhat soal temen-temen satu sekolah dulu yang sekarang udah sangat berubah, dari yg kurus jadi langsing, yg mukanya dulu childish jadi cakep banget, pokoknya beda jauh dah. To be honest, I have a little bit experience about my old school mate. Yaah.. Gimana ya, rada bingung juga kalo dijelasin. Tapi ini ada sedikit hubungannya dengan facebook. Kalo facebook dikatakan sebagai social networking site yg cukup ‘berbahaya’, gx bisa di pungkiri hal tersebut benar. Soalnya bisa ada yg begini.

Percakapan beberapa hari antara daku dan si A yg merupakan temen satu sekolah dari TK. Kira-kira beberapa bulan yang lalu dia add aku dan akhirnya kami gitu deh.. But it ended up tobe like this. hahaha.

A
Nur..
Ini nomor aq, sms yah..
0819xxxxxxxx
Yesterday at 12:09pm

Annie Tjia
Ya ntar sms.
08576868xxxx no q.
Tpi rada susah klo smsan, lg eror
jaringan..
Yesterday at 6:07pm

A
jadi gimana dong cara nya biar aq
biz hubungan ma km ?
Kan banyak yg mau aq obrolin ma
km..
Hehehe
3 hours ago

A
jadi gimana dong cara nyaa biar
bisa hubungan ma kamu ?
Kan banyak ug mau aq obrolin ma
km..
Kangen sama tmn lama..
Hehehe
3 hours ago

A
ngobrol lewat inbox facebook aja
yuk ?
3 hours ago

A
aq di bandar lampung,
wah kamu ambil bahasa inggris ?
Mau dong di ajarin..
Hehehe
Nur..kamu ud banyak berubah yah
udh lama gk ketemu..
3 hours ago

Annie Tjia
Haha ya gtu deh..
Boleh aja 😀
gx ah, brubah dari mananya.
Sgini2 aja..
2 hours ago

A
wah boleh nih di ajarin berdua ma
km..
Hhehehe..
Iyah beda aja..
Kamu jd tambah menarik..^^
Kmu lg apa ?
2 hours ago

Annie Tjia
Tarifnya beda kalo private :p
menarik? Menarik becak? Hehe..
Cuma tambah kurus aja koq, gx
ada perubahan khusus.
Bru pulang kuliah..
2 hours ago

A
memang tarif nya brp nih kalo
private berdua ma aq ?
Hehehe
Tambah manis aja km..
Cieee..
Hahha
Capek yah psti biz pulang ?
Mau di pijitin ?
Hehe
2 hours ago

Annie Tjia
Brpa yaaa..
Manis? Gula kali.. Hehe..
Boleh2, perlu tukang pijit juga
haha :p
2 hours ago

A
berapa nih kalo berduaan aja sama
aq..??
Hehehe..
Iyah..hehe
Udah punya pacar belum nih ?
Mau di pijit dari mana ?
2 hours ago

Annie Tjia
Aih, klo bduaan bahaya lho..
Pacar ya? Nun jauh disana. Break
dulu lah istilahnya..
Hihi, kasian kamunya..
2 hours ago

A
bahaya kenapa ?
gk lah..
Ohh gitu..yahh..gak ada lowongan
buat aq yah ?
Huhuhuhu
Gpp kq, kamu mau di pijit apa
nya ?
2 hours ago

Annie Tjia
Bahaya dunk, ada yg ngintip XD
emang jan blum punya pacar gitu?
Bohong ah, ganteng2 koq single..
Pijit hatiku aja deh :p
2 hours ago

A
yah di tutup dong..
Biar gak ad yg ngintip kita..
Kan enak berduaan..
Aq bisa pegang tangan kamu..
Hehehe..
Gak ada kok, beneran..
Maka nya aq tanya masih ada
lowongan gak di hati km ?
Hihihihi
Hati mu di pijit ?
Gimana kalau aq milikin aja ?
Ahahaha
2 hours ago

Annie Tjia
Gombal ah..
Lowongan mah banyak, jadi
pembantu mau? Hihi..
Aih.. Milikin hatiku? Gx mau ah, ntar
hati aq buad kamu tapi hatimu
malah dimilikin yg lain.. Haha.
2 hours ago

A
serius nur..
Kalau hati mu utk ku, hati ku jg
akan jadi milik kmu aja..
Nur aq lagi liat2in foto2 kamu.
Aq suka yang lagi pake tank top
putih tuh nur..
2 hours ago

Annie Tjia
Yee.. ganjen..
Harusnya suka semua geh..
Hm.. Kita kan jauh.. Trus klo pcaran
gmna?
2 hours ago

Annie Tjia
Diem aja. Ilang ya?
2 hours ago

dan yak! sebenarnya gx berakhir sampai sini siiihhh… malahan panjang banget. entah karena dianya yg malu atau emang pihak Facebook sendiri yg ngeban, eh tau-tau hilang jejak dah tuh anak. Wakakaka XD padahal yaa… seru tau gimana omongannya itu di Facebook, mesum gitu. tapi meskipun lucu, sebenarnya aku malah jadi jengkel sama tindakannya itu. Gimana, ya.. kita udah kenal dari TK lho. Masa iya sih gx ngerasa risih gitu ngomongin hal yg gx sopan setelah sekian lama gx ketemu? so, that’s why I said that it was something you shouldn’t follow. Baik percakapan mesum maupun menggunakan Facebook dengan cara yang buruk kayak gini. aku bukannya kepingin dia ngerasa malu dengan mengekspos hal privasi begini, tapi aku harap ini bisa dijadikan teladan buat semua yg membaca. terutama para cewek. Well, it’s my story. What’s yours? 😀

btw. Akhirnya daku aktif ngampus. Gegege… ngapain aja? well, nonon pidio di yutup en dunlutan dooooonnnkkkkk!!!!! XDXD