My Impression on D’ Academy Asia

The first time I heard about D’ Academy Asia in Indosiar really gave me a bit nervous feeling because how dramatic our national channel shows could be. It’s lived streamed via Vidio.com and has been airing for 5 days at 7 PM until midnight. I thought something ridiculous would happen to the point of shaming our faces. Please don’t get me wrong because I really appreciate Indosiar’s effort to air such a big competition like this. If the producer didn’t come up with this idea, I would have never known that there’s a lot of non-Indonesian singers who can sing Dangdut very well. But I can’t help myself from frowning over the choices of elements in this show, for example; the hosts. If it were me, I would have chosen different hosts or added one host another country. Instead of usual faces or jokes I already used to hear in D’ Academy or Bintang Pantura, I would love to invite a famous host from other three countries and share new jokes with Indonesian hosts. I would be an interesting distraction to prolong this show duration.

For the format, I think it should have been different with D’ Academy or Bintang Pantura, for example; like showing contestants’ background in PT to make an introduction for unfamiliar faces. I knew some of the faces like Mimifly or Shiha, but got blank on others like Abby Tinara or Sai Firza. For me it’s such a pity I don’t get to know them first because it could give a fresh impression to the contestants and the show itself. The show has very long duration slot and how the creative crew only waste it with jokes and unnecessary distractions made by the hosts irks me so much. The only thing gets into my mind is, “Annoying! Why can’t you make it different with what I’ve usually seen in D’ Academy or Bintang Pantura?” I mean, if it’s meant to be an international show (or regional, because the purpose is only for 4 countries) the production team should have made some observations about what an international show would be expected. If it’s only based on usual Dangdut competitions held by Indonesian channel, what’s the different? What I can only see is an Indonesian Dangdut competition which invited singers from neighbor countries to join, with usual boring and prolonging distractions. Not international kind of show held in Indonesia.

Let’s make a comparison with shows like Indonesian Idol or X-Factor. I know they’re adapted from America so the format looks so international-like. It’s expected from this kind of show. I don’t say we should do the same; adapting international shows to make our look as international-like, but at least it’s expected to be different. Like the shooting angles, the stages, or other supporting elements. I feel somehow it’s missing, or actually kinda avoided. Dunno.

The plus point of this show is that we got a new feeling of watching Dangdut competition. The contestants come mostly unknown and promise us an excitement; we don’t actually know which is better and it’s such a fun to hear new faces singing their way/version of dangdut. And I feel somehow that this is the real competition I’ve been wanting to watch. I love watching our songs sung by singers from other countries. I hope it wouldn’t be the only Asisn Dangdut competition to be held, and there will be more after this. By the way, please remember that this is just my own personal impression and thought and this has nothing to do with the show itself. I’d be glad if you like this show, but don’t let this change your own thoughts. I really appreciate this competition because I love Dangdut so much, so no matter what I wrote in this post the show gets full support from me. 🙂

BeGAL-nya Newendi Septian

Hati adek juga dibegal ya bang? *mesem

Baru aja kemarin abis ngupingin temen-temen kerja ngerumpi tentang Stand Up Comedy Academy Indosiar yang lagi heittzz belakangan ini, pulang kerja nyari nama Wendi di Youtube. Nemunya di ajang SU tetangga, tapi it’s indeed Newendi Septian the Lampung-born Comic. Kak Newendi beda 2 tahun yey sama aku, haha. 😀 Sayang banget setiap open mic di SUCA Indosiar pasnya selalu di hari aku lembur, jadi ga bisa liat deh. Pada bilang Kak Wendi ini gokil abis, tapi doi emang bukan sosok baru dalam dunia StandUp Comedy terutama di Lampung. Menurut Wikip dia juga bikin semacam project bersama Stand Up Comedy Indo Lampung yang diunggah ke Youtube mengulas tentang Lampung dalam bentuk miniseri (bisa liat di akun twitter @begal_series) . Hebat ya, bisa berkarya sebagai Remaja Lampung dalam bentuk lawak. Aku aja belum tentu bisa ngebanyol seger kalo lagi ngobrol. Ini salah satu video open micnya;

Yang ini di Metro TV, tentang Begal nih;

Materi lawakannya yang paling khas itu soal Begal di Lampung, yang emang udah familiar banget buat kami sendiri sebagai warga Lampung. Dari berita serius ampe sepikan gombal kita mah ga jauh-jauh dari begal. Kata temenku, “Ibarat begal, kamu tuh udah begal-begal hati adek, bangg..” Ciee. Tapi BeGAL (Becanda Gaul Anak Lampung) a la Kak Wendi dijamin ga merugikan kok, kecuali masalah kesehatan terutama yang punya penyakit asma. Yaa ga lucu kan kalo lagi ngakak-ngakak, eh bengek deh akhirnya gegara terlalu asik nonton. Aku pernah sih soalnya, haha.

Anyway, aku juga pengin deh bisa membawa kekhasan Lampung sebagai seorang Blogger. Ngiri juga ada yang bisa sukses bawa nama Lampung secara nasional lewat hal yang ditekunin. Jujur aja, selama 3 tahun jadi blogger kayaknya belum ada kontribusi apa-apa deh buat negeri tercinta. Apalagi aku punya wadah yang tepat untuk eksplorasi lebih luas mengenai Lampung, jadi minder. Belum bener-bener greget sih buat ngelaksanain makanya ga pernah kesampaian. Yang kayak gini menginspirasi bangey terutama bagi komunitas muda Lampung untuk lebih antusias berkarya. Yah, semoga aja Kak Wendi menang. Good luck ya. 🙂

Oh, dan twitternya @Newendi, in case if you’re asking. 😉

Majisuka?

Pernah nonton Majisuka Gakuean atau Majijo? Liat summarynya di wiki aja yah, di Indo pagenya. Beberapa hari nonton ini di yutup jadi ketagihan deh, hahahah.

Drama kayak gini ga bakal masuk lembaga sensor film Indo nih, soalnya isinya violence abis. Yankee life di Jepang bisa berdarah-darah gitu padahal awewekna meni geulis-geulis yak, cuma salut loh idenya. Kalo mau bikin drama sekolah tuh yang gini donk. Hahaha. Tetep seru dan masih ngasih value point di setiap episode. Yang Maen nih AKB48 dan beberapa member dari sisgroupnya. Dan untuk akting, aku akuin mereka itu talented karena mainin karakter dengan kuat dan baik. Keren deh, sukak!

Tapi tentu real life mau itu yankee, gangster atau bulliers tetep aja hal beginian salah ya. Aku cuma bisa nerima violence cuma di drama kayak gini karena ceritanya menarik. Hebatnya jepun mah bisa aja nyisipin moral meski genrenya high school violence gini. Mungkin kalo di ‘Indonized’, misalnya, darah-darahan bakal di reduced seminim mungkin jadi level memar dikit ama darah di sudut bibir duank. Dulu mah ada ya drama2 laga Indo settingnya highschool, dan aku termasuk penggemar sinetron macam gitu. Biasanya kalo lagi ada sinetron gitu muka Roger Danuarta seliweran dimana-mana. Akkkk kangeng berat sinetron-sinetron cadas kayak gitu. Menurutku kalo mau bikin drama bermutu tuh begitu, plotnya serius jadi memacu adrenaline juga nontonnya.

Sebagai fans JKT48 pasti pengin juga mereka produksi drama kayak gini. Tapi takutnya malah jadi plagiat dan lagian ga bakal di approved sama kalangan ortu. Dan juga, bakal kecewa kalo ekspektasi berlebihan. Dengan kesensitifan orang Indo sama moral, beginian bisa langsung di cekal abis-abisan yak. Hahaha. Cuma bisa ngarep banyak member JKT48 bisa ikut main di Majijo, ga cuma Michelle doank.

Aghhhhh pengin nonton Majijo 4!!!! Liat Lele di Majijo 4 jadi yankee!!!!

Welcome September!

Since it’s the first day of this month, let’s say ‘HAPPY WELCOME’ for September. Terutama kayaknya di Twitter heboh banget ngetwit #SeptemberWish sambil ngelist harapan mereka satu-satu. Sayang daku gx ikutan, soalnya kalo di liat-liat harapan daku kepingin punya duit satu milyar dollar amerika gx bakal kesampaian walopun ngetwit September Wish ampe seribu kali. Nyahaha. :p

Anyway, aku bikin post ini cuma sekedar ikut-ikut doank. Aslinya gx ada hal menarik buat bahan cerita. Ikutan mengucapkan ‘welcome September’ juga gx punya arti penting sih buat aku. Jadi agak bingung juga koq pada bikin hashtag begitu. Nonetheless, tetep kita harus menyambut September dengan semangat dan harapan yang tinggi agar bulan ini dan seterusnya menjadi bulan yang penuh berkah buat kita semua. AMIN.

Did you notice that recently I’ve been talking a lot about Twitter in my posts? You could I’m a bit addicted with it lately. Daku lagi gandrung banget ngetwit sejak tahu API twitter client. Hihi. Seru juga loh ternyata. Dan lebih gampang nyari info tentang idola ato komunitas tertentu di Twitter soalnya lebih cepet. Kalo FP Facebook agak lelet ngasih info, meskipun info di Facebook lebih banyak ketimbang Twitter yang penyediaannya terbatas.
Well, bagi aku Facebook dan Twitter punya benefit masing-masing. Kalo di Twitter percakapan lebih cepet dan fokus, tinggal reply ato RT twit yang mau dibales. Kepingin copy twit keren tinggal Retweet. Easy banget. Sementara Facebook aku suka pengaturan Photonya. Jadi enak aja manage album dan foto. Text yang di sediakan lebih banyak ketimbang Twitter yang cuma 140 karakter. But mostly sama-sama seru sih maen di Facebook dan Twitter. Hehe.

Kesamaan antara Facebook dan Twitter bagi aku juga pada pengalaman sebagai korban hack.
Facebook sih masih mending, daku cuma gx bisa log in doank. Tinggal verifikasi aja ato reset password. Yang parah tuh Twitter. Ancur parah dah. Di mana ketika punya akun Twitter tapi sama sekali gx ngerti fungsi-fungsi menunya, koq bisa aja daku sampe follow 200 orang lebih. Ironisnya sejak tuh akun di bikin daku cuma log in 6 kali. Cih.. Dasar. Makanya saking kekinya tanpa babibu lagi langsung delete akun. Eh tapi setelahnya bikin lagi. Hoho. Aku harus berterimakasih pada admin Twitter yang udah menyederhanakan page Twitter sehingga mudah dipahami. Anehnya koq Facebook malah makin ribet? Banyak banget lho komplain mengenai Timeline yang terlalu rumit. Malah bawaannya jadi ngacak gitu. Yah.. Gx tau ya, yang penting kita harus tetep membatasi menggunakan Facebook dan Twitter. Jangan sampe karena terlalu sibuk di dumay malah lupa ama real life.

Dan ngomongin Facebook, akhirnya daku tau cara masang Facebook badge di wordpress. Yay! Ternyata gampang banget. Tinggal copas codenya di widget Text.
Caranya :
– Login, pilih menu ‘appearance’ > ‘widget’
– Drag widget ‘text’ ke sidebar.
– Sebelumnya setting dulu ya facebook badge kamu. Dan inget, pilih format ‘image’ soalnya WordPress gx support java script.
– copy code HTML nya dan paste ke widget ‘Text’. Trus save.

Cara ini jujurnya belum aku coba, jadi kalo mau info detil silahkan ke;

http://menone.wordpress.com

tutorialnya dari sini. Makanya gx sabar banget kepingin nyoba. Thanks buat menone atas tutorialnya.

Last word, siapa yang tadi siang nonton Alice in Wonderland di RCTI? Ada aktor dan aktris paporitkyuh, Johnny Depp en Anne Hathaway. Hehe. See you next post. 🙂

Happy Eid Mubarak!

Hiiiiii Every visitor!! Good blossoming day for you! *dances*. Minal aidin wal faidzin buat seluruh umat muslim di seluruh dunia. We are celebrating the most happiness day after a month of fasting in Ramadhan, which is Eid Mubarak. Hiks, I’m so speechless right now *wipes the tears*. Maaf telat post entrynya, awal rencana kepingin kemarin tapi malah lupa. Hari ini ortu pulkam ke rumah orang tua bapak, yah kalo ortu ibu kan Hindu jadi kurang pas kalo kesana. Aku sih gx ikut, males ah. Bikin capek tau.. Mau keluar juga kemana, punya temen jauh semua rumahnya XD. Yaaah.. Aside of Eid Mubarak things, 2 hari ini gx ada hal menarik untuk diceritakan. Justru hari ini tuh aku mulai sadar kalo liburan bikin tingkat kemalasan dan pemborosan makin bertambah. Males ngapa-ngapain tapi borooos banget ngenet. Terus kayaknya juga bakalan menumpuk lemak lagi nih, habisnya ibu masak mulu. Tergoda dah jadinya.. Hehe. As I said, my parents went to grandies’ house for family gathering, but my brother and I didn’t join them. Katanya sih besok gantian saudara pada mampir, tapi gx tau juga ya. Haha.

Ah ya, ini cuma sekedar info yang baru aku tahu tentang twitter setelah sekian lama bingung gimana caranya reply twit pake RT. Ternyata emang ada appsnya toh, wajar aja aku gx bisa. Tapi kalo opera mini 5 ke atas kan bisa copas, jadi tanpa perlu pake apps juga tinggal copy paste terus tambahin RT dan komennya. Nah berhubung aku pake opmin 4.4 buat ngenet harian dan opmin 7 kupake buat ngepost di wordpress, makanya sekarang pake apps yang nyediain RT otomatis biar gampang. Alasan kenapa aku pake opmin yang berbeda untuk ngenet dan ngepost entry, ya tau sendirilah beda versi beda kualitas dan kemampuan. So sementara ini yang aku tau cuma Tuitwit.com dan Addictwit.com . Tapi ini sih buat yang hpnya gx mendukung aplikasi seperti yang ada di BB, Iphone ato android ya. Karena buat hp tipe begituan mah udah ada apps khusus. Yang aku promosiin sih alternatif bukan pengguna hp jadul kayak aku. XD. Yang mau mencobanya silahkan ke http://www.tuitwit.com dan http://www.addictwit.com . Semoga info ini bisa membantu pengguna twitter yang selama ini suka bingung bagaimana cara membalas twit dengan quote (reply with quote) atau kutipan dari twit yang dibalas dan sekaligus menambahkan komentar (atau yang biasa disebut RT). Gx perlu sign up segala koq, tinggal authorizing akun twitter anda dan gunakan appsnya. 🙂

Masih tentang twitter juga, akhirnya aku bikinin akun twitter buat adikku. Follow dan mention aja deh @AliDoankzz , tenang aja udah jinak koq. Hehe.

Dan sekalian juga, this morning I watched Astro Boy the Movie. Has different plot from the anime version, tapi Astro Boy emang banyak versi sih katanya, soalnya versi yang original tuh masih hitam putih. Kalo gx salah versi pertama tahun 1980, dan yang tayang di Indo tuh versi 2003. So beda plot, terus beda design juga. Kalo versi 80s dengan Film sama-sama pake blue core, sedang yang 2003 gx pake blue core tapi semacam ‘heart’ core gitu (kokoro ya kalo gx salah). Yang versi 2003 agak sentimentil soalnya endingnya tuh gimana gitu, pas Dr. Tenma tertangkap, hak terhadap robot equality disahkan, tapi ekspresi si Atom sedih gitu. Ckck. Teteup dah.. Favoriteku sepanjang masa.. Aku cintaaaaa Astro Boy ❤

Yak! The End!

Ini Paskah ya? For those who celebrate it, happy Easter. Jadi inget sekolah dulu. Kangen. Kalo Paskah dateng pasti di suruh bawa daun palem. Berhubung di pinggir jalan deket sekolah banyak pohon palem, pada rame-rame nyabut satu-satu. Wkwk. Kalo inget itu jadi malu sendiri.

Ah ya.. Setelah 24 episode The Legend atau The Story of First King’s Four Gods bisa dibilang aku lega. Ah.. Walaupun sedih juga, rada gx rela ternyata udah tamat. Hueee soo saad *wipes tears away*, kayaknya baru kemarin nonton episode pertama eh tau2 udah tamat.. Hehh..

Tapi aku tetep lega karena akhirnya tamat juga. You know, sometimes watching long-plots drama with a lot of episodes could be so tiring. Bukan karena nontonnya, tapi capek mikirin ‘kapan sih episode terakhirnya?’ tapi ya gitu, setelah nonton episode terakhir malah jadi kesel dan bilang “Laah kok abis?” wkwk.

Meskipun rada gx rela ternyata The Legend udah tamat, aku tetep lega karena rasa penasaranku akhirnya terjawab sudah. Besok pun bisa konsen deh beres-beres rumah. Hihi :p. Kebiasaan jelek sih kalo udah nonton acara favorite jadi lupa sama yang lain. Karena udah tamat, gx perlu lagi dah nungguin kayak orang bego depan TV. XD.

Hanya aja aku bingungnya rata-rata drama Korea gx happy ending ya? Moral message ada, cuma kok suka sad ending. Contoh selain The Legend yg di bagian akhir Dam-duk kembali ke langit, The Great Queen Seon Deok juga tamatnya wafat dengan rasa kehilangan. Bad Guy juga tamatnya si Gun Wook di temukan mati dan mayatnya gx di kenali abis di tembak adeknya sendiri. The Painter of The wind gx bersatu n muridnya meninggalkan guru yg ia cintai. Winter Sonata n Stairway to Heaven pun sama. Apa karena kebetulan drama-drama tersebut adalah favoriteku ya? Ahaha. But overall, the dramas are good. Leganya karena memang ceritanya bagus walaupun cuma 24 episode. Duuh.. Gx relaaa.. Hiks.

Btw, kamus oxfordku balik. Dari kemarin gatel pengin bilang itu di post. Haha. Untung ketemu. Hepiii sekali sampai berbunga-bunga. Bener.

Good evening all 🙂

At weekend

At weekend, you sleep too much, being lazy, getting bored easily, and sitting in a park is somehow more interesting. But.. Gw ngerasa lebih enak dan santai menyelesaikan semua pekerjaan rumah gw ketika hari libur. Sama-sama bangun siang, tapi entah kenapa gw malah lebih semangat bersih-bersih rumah pas akhir pekan. Mungkin karena gw gx perlu ngejar waktu sama kuliah kali, ya. Apalagi kalo di hari ketika jadwal kuliah lagi lumayan padat. Lumanyun deh jadinya.. *ketawa*. Especially because I can’t work under pressure. Bisa depresi. Bawaannya kalo gx berat badan turun, ya melonjak naik. Gx enak.

Last night I watched Twilight : New Moon. Due to no cinema in my small Regency and I’m just too lazy to watch it on DVD (and any other way that is possible), jadi gw belum pernah nonton. Hew. Katrok gx ya? Haha. But I’ve already read the book, both English and Indonesian versions though only via Ebook. Again, my Regency is too small to provide a proper book store. Rata-rata buku yg di jual educational, jarang yang novel-novel berkelas.. Yang ada novel kacangan yang ceritanya yaah.. Gimana ya. Haha. So I prefer Internet as my reading source. Tapi lebih baik ada toko buku daripada gx ada sama sekali. It’s dissapointing how a regency with large amount of areas such as Tulang Bawang is so lacked with facility like this. Belum ada supermarket, jalan-jalan masih banyak yang rusak. Gw pikir kalo tuh dana bisa dialokasikan oleh ORANG YANG BENAR ke TEMPAT YANG BENAR, Regency of Tulang Bawang is potential. Tapi ya kembali lagi ke pertanyaan awal, ‘SIAPA’?

Back to the topic, so far gw nonton New Moon.. Banyak editannya. Ha. Not that i don’t expect of. Yang jelas gw lumayan 60 % puas nontonnya. Liat Taylor yang guanteng and Six pack.. KYAAAA…. d(><)b he he he. What? Gw nih cewek normal, mana tahan yang begituaaan.. Wkwk.

Song of the week, Journey by Angela Zhang and Only Human By K. Both are drama's soundtrack songs, tapi beda negara asal. Journey is from 'At the Dolphin Bay' (Taiwan) and Only Human is from 'One Litre of Tears' (Japan). Kayak lullaby, bikin gw tidur.. Terutama Only Human. It's a wonderful song 🙂

anymore story? Capek ah.. Good day aja buat yg baca.