STMIK AMIKOM Yogyakarta Visit

Okay, today story is about one of seminaries from my college trip at March 25th 2012 – April 1th 2012, held in STMIK AMIKOM Yogyakarta. Pemateri untuk seminar Android fo Nation ini adalah bapak Dwindy Stanza, S.kom yang ternyata juga merupakan dosen muda di kampus tersebut. Aih… ganteng lho… hahai. :p

Pagi hari tanggal 27 Maret 2012, kami memulai kegiatan dengan berbenah diri mempersiapkan mengikuti seminar di STMIK AMIKOM Yogyakarta. Pakai seragam atasan terang (walaupun seharusnya putih, tapi gx semua peserta pakai kemeja putih) dan bawahan hitam serta almamater jacket merah, sebelum sarapan pagi masih sempet-sempetnya narsisan foto-foto di depan mobil bus. Kebetulan setelah check-out di Univercity Hotel kami harus segera memasukkan kembali tas dan koper ke dalam bagasi bus. Padahal di minta pukul 6 harus sudah siap, tapi biasalaaahhh…. Indonesia kan jam karetnya mendarah daging. Haha. Wong sarapan aja masih pada asyik foto-foto. Ini KKL atau jalan-jalan ya?

_

Rapi-rapi ya… padahal aslinya kucel semua gara-gara kecapekan :p

Setelah sarapan, hampir kering nunggu di dalam bus sampai akhirnya bus 4 (ada 6 bus, daku di bus 4) berangkat juga menuju kampus AMIKOM Yogyakarta kira-kira pukul 9 pagi. Gx tau ya kenapa, entah mungkin ada hubungannya sama pembagian rombogan jadi 2 grup, sehingga waktu sampai rombonganku gx langsung masuk ke ruang seminar tapi di ajak dulu berkeliling. Yang jadi pengantar adalah Mbak Yusi dan Mbak Ayumi. Cantik ih…. geuemesss….. :p fotonya ada di bawah, meluncur saja ke nawah kalo mau liat 2 mbak-mbak ini.

bambunya menipu ukuran dan luas asli sebenarnya dari gedung kampus STMIK AMIKOM Yogyakarta.

My first impression? Gara-gara ada bambu-bambu melintang menyangga gedung alias tanda-tanda adanya rekonstruksi bangunan, aku pikir “eh… ada apa ini?”. Ternyata menipu sekali, gedungnya lumayan gede. Semua fasilitas yang diperlukan mahasiswa disediakan (jangan suruh gw nyebutin, pokoknya imagine yourself how the facilities of a univercity should be. :p ). Satu trivial thing yang terjadi waktu kami berkeliling hingga sampai ke ruang seminar, sebenarnya sepatuku naudzubillahimindzalik menyebalkan. Tapi begitulah… show must go on. Ketika kami masuk ke lab 12, salah satu dari 14 lab yang tersedia, disana dijelaskan seperti apa fungsi penyediaan lab dan kegiatan apa saja yang mahasiswa lakukan dalam penggunaan laboratorium. Oh iya, ada penjelasan sedikit tentang STIMK AMIKOM Yogyakarta, bagaimana kegiatan edukasi dan keorganisasiannya, apa ya? Gx ingat hehehe…. maklum, lagi agak lemot cause waktu itu sumpah lagi capek beuuuddddzzz dengan perjalanan KKL yang kilat, kesana kemari dan Cuma istirahat tanpa kepuasan di Bus (haiyah, curhat). At least 50% daku nyimak…hahai, mencoba membela diri.

beberapa foto yang diambil ketika berkeliling.

(atas) Saat menunggu masuk ke lab.

(atas) di dalam LAb 12 STMIK AMIKOM Yogyakarta

Keluar dari lab, di ajak muter-muter kampus dan liat suasana kampus yang aktif menjelang siang hari. Kalau gx salah pukul 9 pagi ya, I’m not really sure about the time because I was busy chatting with Yusi. Sepanjang perjalanan berkeliling gx sempet ngambil foto karena asik ngobrol. Gx ngegosip tapi ya, jangan berburuk sangka. Pertanyaan-pertanyaan yang aku ajukan seputar kampus aja kok. Lain dari pada itu ya share pengalaman aja. Usut punya usut ternyata si mbak Yusi ini orang Riau. Sekelik satu pulau, hoho. Resource centernya, bagus banget ya. Gatel kepingin masuk tapi sayang harus langsung ke ruang seminar, according to humas report in situs resminya itu ruang citra STMIK AMIKOM Yogyakarta. Begitu masuk ternyata sudah ramai, kepingin ambil tempat di depan udah keduluan. Yah, we can’t have everything in the world. Alhasil kebagian tempat duduk di belakang. Pemateri pertama itu….. err…. lupa juga. Aduh, yang tersebutkan kalo saiah lupa di maafkan yaaah…. asli karena terjadi kelinglungan makanya lupa😄. Terlalu ngikutin speechnya yang khas motivator banget. Kebanyakan seputar sejarah STMIK AMIKOM dari yang dulu masih berupa institusi kecil hingga sekarang dengan penghargaannya. Oh iya, lupa kan tuh…. selama seminar berlangsung diperlihatkan beberapa video indie karya mahasiswa STMIK AMIKOM. Really, creative is an understatement. Yang animasi pun juga ada. Ngiri gw, kalo adekku ada di situ dijamin dia gx bakal pulang-pulang. Like, why were these movies never been published on National channels? Katanya sih, bukannya gx pernah mencoba untuk publikasi. Udah bukan sering lagi karya-karya anak bangsa ini di presestasikan ke pihak stasiun Tv nasional, buuuut…. talking about profit and loss, ma bro. Lagi – lagi tentang keuntungan pasar alias duit. Secara daku juga berasal dari keluarga pedagang, wajar kali ya. Ibaratnya ketika dirimu berdagang, yang kamu jual adalah yang di lebih banyak cari pembeli dan frequensinya berlanjut terus-menerus. Kalo cuma sekali waktu dibeli, itu minoritas. Lagian selera masyarakat semakin payah, sinetron makin gx jelas moralnya, film makin fenomenal negatifnya, musik makin merajalela alayismenya, pemerintah pun marak keamburadulannya. What’s left in this world? It is started with a big question mark.

Padahal bagus, gila. Wajar aja ya kebanyakan animator lebih terkenal di luar nagri ketimbang di nagri sendiri. Kebanyakan juga lebih banyak belajar di luar nagri ketimbang di sindang eh maksudnya di sini. Di Indonesia kebanyakan ini dan itunya sih… freedom is issued for ‘certain’ things. Tertawa gw. Waktu diperlihatkan preview video Chronicles of Java, aduh… merinding disko. Produksi kerja sama dengan luar nagri, bro. Yakuin kalo udah nyampe di Indonesia bakalan booming buangeeetttt….. kapan ya di tayangin di tipi? Wkwkwkwk….

Back to story,  pemateri kedua adalah Bpk. Stanza Dwindy Skom.  Isi materinya tentang Android for Nation. First time I saw him, I thought he was one of senior students or at least a lecturer’s assistant. Walah… gx taunya dosen muda. Hadohhhh…… tapi jangan salah, riwayat pendidikan dan karirnya bikin merinding. Senior of Quality Assurance in Gameloft (2011 dan Precurement, associate specialist in KBR Engineer Oil Company (2011-2012). Nah looooo……. something about Android juga. A success is something like this, but for me being success is when you can depelov what’ve you had to be useful thing. In this case, I want to be an English teacher, learn a lot about English and learn with everyone how to make English easily used daily. Android pun sama, sekarang smartphone mana yg gx pake nih OS. Bukan hal yang mengagetkan kalo penggunanya bertambah pesat hingga tahun ini kira-kira 200 million alias 200 juta (atau milyar? Haha). Begitulah…. soal yang beginian kayaknya pengatahuanku gx nyampe. Bukan anak IT lho saya ini. Speciality daku ini English, hohoho…

Ehh… singkat aja ya bu ceritanya. Seminar di tutup dengan Seminar di tutup dengan kata penutup dari perwakilan DCC Lampung (univ daku. Ehek…) yaitu Pak Putu dari program sabtu minggu dan cewek yang daku gx familiar dari program ataupun daerah mana (kebetulan kita semua gabungan dari DCC Tulang Bawang, Way kanan dan Kota Bumi) serta serah terima cinderamata dari STMIK AMIKOM Yogyakarta kepada DCC Lampung, kemudian foto bersama di depan gedung kampus AMIKOM Yogyakarta.Heboh ini lho, harus diakui kalau kesan dan pesan dari cewek tersebut mengocok perut. Aduh…. nervous kali, ya? Aku bingung inti kesan dan pesannya di mana. Ahaha. It was hard to go back to our buses and continue the destination, since everything in AMIKOM was too awfully interesting to ignore. Buat kenang-kenangan, ambil foto dulu. Ahai :p

So this is it! The event was so awesome and it was an honour to have an experience being in this univercity. Post entry ini bisa di bilang janji untuk Mbak Yusi dan Mbak Ayumi yang sempat tertunda karena kondisi gx mendukung. Last word from me, mengutip dari semboyan STMIK AMIKOM Yogyakarta yang berbunyi, “Tempat Kuliah Orang Berdasi”; there is a lot of description about this statement, as in “Orang berdasi” for “Men with Ties (dasi)” or “Tied (terikat) Men”? orang berdasi bisa saja berkualitas, tapi orang berkualitas tidak perlu dasi sebagai atribut. STMIK AMIKOM Yogyakarta menunjukkan bahwa dasi mereka bukan hanya sekedar atribut pelengkap, namun juga gambaran kualitasnya sebagai generasi pendidikan yang mampu di masyarakat. Semoga kualitas ‘dasi’ tersebut juga mengemban tanggung jawab, but most of all I give full salutation for STMIK AMIKOM Yogyakarta. Sukses selalu dan teruslah berprestasi.Kapan-kapan gretong akses ke Resource Centernya boleh ya Pak M. Suyanto. (ehek, becanda :p)

Nur’aini

ABA Q2, DCC Tulang Bawang

Lampung

4 thoughts on “STMIK AMIKOM Yogyakarta Visit

  1. Pingback: School Trip : Story in Yogyakarta « Annie's journal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s