School Trip : Story in Bali 1

Hi everyone! Apa kabar semuanya, di manapun anda berada? I hope life has been good for you, because so far it’s been excellent for me.
Well, seharusnya post ini udah kuselesaikan berbulan yang lalu sejak April. Dua post tentang Yogyakarta aja udah sejak kapan aku selesain. Akhirnya malah lupa sendiri. So, aku bakal cerita yang inget aja ya. Kalau ada salah satu teman yang mungkin satu perjalanan dengan aku waktu KKL menemukan sesuatu yang kurang, mohon diingatkan ya. Bisa juga tentang dua post yang kemarin karena emang nyeritainnya seingat-ingatnya aku😄. Yo weis check it out deh ya😀 . Ngomong-ngomong, Karena ceritanya panjang banget, mau ga mau harus ku bagi dua. bagian pertama ini di mulai dari keberangkatan dari Yogyakarta sampai jadwal hari pertama selesai. Check it out!


Perjalanan menuju hingga sampai ke Bali.
Setelah dari Yogyakarta, rombongan melanjutkan perjalanan dan sesekali berhenti di restoran untuk makan dan mandi . salah satu restoran yang kami singgahi adalah restoran banyuwangi, yang ada patung penari besar di atas bangunannya. Singgahnya kami ke restoran tersebut waktu itu masih pagi dan sejuk, viewnya menghadap ke perairan (danau atau laut ya itu?). waktu sarapan, aku salah ngira daging yang digoreng pakai tepung itu ayam. Gx taunya itu ikan, ya ampun. Begitu nyadar bau amis ikannya bikin aku eneg bahkan keterusan selama perjalanan menuju pelabuhan. Dari dulu aku emang gx suka ikan, dan aku emang alergi makanan laut. Mulai dari perjalanan menuju Bali kondisi tubuh udah gx begitu baik, kaki juga bengkak karena duduk terlalu lama di dalam mobil. Untungnya perjalanan setelah dari Yogyakarta gx sedingin waktu mau ke Yogyakarta, mungkin karena sebelumnya aku udah siap sarung dan kaos kaki (beli di perjalanan). Justru giliran si Nofri yang kedinginan. Tidurnya pun cukup nyenyak dibanding waktu perjalanan sebelumnya, atau bisa dibilang begitu. berhari-hari di mobil membuat persepsi tentang nyaman itu jadi berbeda.

Sampai di pelabuhan itu seingatku mulai agak siang , perjalanan di kapal juga panasnya luar biasa. Nunggunya sih gx lama, sambil ngobrol sama temen-teman. Sebelum masuk kapal itu kita di suruh turun dulu di luar, gx seperti di pelabuhan Merak yang turunnya setelah masuk kabin kapal. Katanya sih kapal yang mengangkut mobil dan penumpang itu beda. Yang menarik sejak perjalanan pertama dari Bakauheni adalah anak-anak yang suka teriak minta dilemparin uang receh dari bawah kapal. Buatku itu pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah kulihat. Kayaknya di mana-mana udah biasa kali ya yang begitu? Maklum, kan baru pertama kali naik kapal.

Turun dari kapal kita masih harus nunggu mobil yang belum datang di pelabuhan GIlimanuk. Satu mobil yang sudah sampai di pelabuhan lebih awal di periksa polisi yang berjaga di pelabuhan. Di sini nih, perasaan rada malu aja gitu ngeliat anak-anak yang satu rombongan agak lebay minta photo sama beberapa polisi. Tuh polisi pada ketawa-ketiwi aja ngeliatin tingkah mereka. Ada beberapa polisi yang sempet nanya juga sama aku dan teman-teman yang duduk bareng aku nungguin mobil. Kayaknya sempet denger ada yang bilang kalo kita nih pada kampungan gitu. Doh ya gemana… muter-muter jalan sambil pake sunglasses plus baju safari, sempet-sempetnya narsisan minta photo ama polisi. Sebenarnya kalo waktu itu kaki lagi gx bengkak seperti kena beri-beri mungkin aku bakalan menjadi salah satu dari mereka kali, ya? :p

Kampung Wisata Kertalangu.
Setelah menunggu di bawah cuaca panas, mobil-mobil pun datang dan kami segera berangkat menuju destination pertama, yaitu Kampung wisata Kertalangu di Denpasar. Perjalanan sekitar satu jam, atau lebih mungkin? Aku gx terlalu inget berapa lama tepatnya. Dalam perjalanan kami berwisata di Bali di temani oleh guide dari HPI, yaitu Bu sri. Orangnya baik, pokoknya ibu banget dah. Candaan-candaannya lucu, di hubungin sama bahasa Lampung yang beda kata beda makna (yang agak nyeleneh gitu, tapi gx usah dijelasin ya.) sehingga kami yang ada di mobil 4 gx merasa begitu capek karena gx dapet istirahat yang cukup dan hanya bisa berhari-hari duduk di dalam mobil. Dan sampai di tempat tujuan, hal pertama yang disadari oleh para peserta KKL waktu itu adalah….. tebak gehhh…. hehehe… Itu tuh, patung “Jamur” di depan Kampung wisata Kertalangu. Riuh rendah suara anak-anak pada berkomentar tentang patung jamur jumbo di pintu depan Kertalangu. Aku sih diem aja, daripada dibilang aneh-aneh. Lain halnya sama yang lain, terutama yang cowok pada ngakak membahana ngomongin tuh patung. Lucu sih, emang. Jujurnya kaget aku pas liat yang begituan. Katanya sih tujuan patung-patung macam begini dibuat untuk menunjukkan bahwa seni tidak dibatasi dari satu sudut pandang saja, dan bisa berbentuk apapun. Khas Bali lah ya… sippp.
Turun dari mobil, pada ngider.. yang doyan belanja udah memimpin barisan masuk ke market dan hunting barang bagus yang bisa di beli buat oleh-oleh. Sambil cuci mata, aku sempatin nelpon ibu tercinta buat ngabarin bahwa posisi saat itu udah sampai di Bali. Setelah itu sih petuah-petuah ibu laahhh… banjir menyertai pembicaraan. Hehe.. Niat banget sebenarnya ngebeliin orang rumah oleh-oleh dari tiap tempat yang aku kunjungin selama KKL, tapi kok males? Budget ludes selama perjalanan. Padahal di Kertalangu gelasnya bagus, akhirnya pulang juga nyesel kenapa gx beli aja. Hahaha… Di sini sembbari nelpon, ternyata ada shooting gitu, host-nya cewek dan cowok, kayaknya VJ MTV deh. Lupa nama-namanya, tapi pernah kuliat di MTV VJ-Hunt. Biasa aja sih, malah waktu shooting aku pas di belakang mereka. Hehe, ada yag liat aku mungkin? ;P

Puas ngider, sesi makan siang. Untuuuunggg sekali gx ada ikan ya sodara-sodara sekalian, ikan iwak lhooo (in case kalo yang baca sama-sama Bali, ikan kan artinya daging dalam bahasa Bali :p). Badan seger lagi seteleh ngisi perut yang keroncongan ditambah rasa eneg gara-gara makan ikan di resto sebelumnya. Kelar makan, langsung meluncur ke destination berikutnya.

Krisna.
Kali ini, kami ke Krisna. By the way, Kresna itu terkenal juga ya. Beberapa minggu setelah selesai trip aku liat liputannya di salah satu acara televisi. Kalo di liat emang dari tempat maupun harga barang juga keren. Tapi aku gx beli apa-apa sih disini, udah keburu capek. Lain kalo si Nofri, doi malah ngajak liat aksesoris. Bagus-bagus sih emang, sayangnya aku gx terlalu tertarik sama yang gituan.

Nonton Tari Sanghyang dan Kecak di Jambe Budaya, Batubulan.
Nunggu di depan Kresna sampe sore, berangkat lagi ke Jambe Budaya Batubulan untuk nonton pagelaran tari kecak dan Sanghyang Dedari serta jejaran. Lakonnya tentang Ramayana. Karena ini pertama kalinya aku nonton pertunjukkan semacam ini (padahal Emak gw kan Bali, ya), bener-bener serius nonton. Kepingin ngambil foto dan video, resolusi kamera malah gx dukung. Sayang banget. Tapi kalo ditanya kayak apa pertunjukannya, keren. Mampus kerennya. Gx Cuma sekedar keren, pemeran Kera Putih Hanuman juga kocak dengan sok narsis ngedeketin penonton sambil pose waktu di photo. Tapi yang paling bikin mata gx berkedip waktu ada aksi semacam debus. Jadi salah satu penari didoakan oleh pedande dan diberi air suci, kemudian mengenakan semacam rangka berbentuk bulat dengan kerincingan dan dihiasi janur seolah seperti bentuk kuda. Begitu bara api besar dari sabut kelapa dinyalakan di tengah panggung, seperti orang kesurupan penari tersebut memutari kobaran api, menginjak dan bahkan mendudukinya sampe padam. Adegan tersebut di ulang sampai api unggun benar-benar padam, jadi kira-kira 3 kali seingatku. Sampai merinding sendiri, aku baru pertama kali nonton aksi semacam itu. Mirip jaranan atau kuda lumping.

Selesai pertunjukkan, semua pada nyerbu pemain untuk minta foto. Sampe gx kebagian aku, jadi daripada mokad digempur masa lebih baik aku langsung ke mobil aja. Sebelum menuju mobil, beli souvenir gantungan kunci yang fotonya aku dan salah satu penari kecil diambil sebelum masuk ke tempat pertunjukkan. Harganya sepuluh ribu, cukup murah. Setelah itu kami langsung berangkat untuk makan malam dan menuju hotel. Di bagian ini nih, yang sampai sekarang masih jadi kenangan yang buruk buatku. Karena rombongan di pisahkan dengan dua hotel yang berbeda, maka tentu tujuan perjalanan ada yang berbeda arah. 7 orang dari mobil 4 di pindahkan ke mobil 3 untuk pindah hotel, satu di antara mereka adalah aku. Untung aja masih barengan sama nofri, aku masih sabar. Rasanya dongkol banget di bawah hujan gerimis harus bongkar bagasi mobil untuk ngambil tas, terus selama perjalanan berdiri di dalem mobil 3 sambil nenteng tas segitu beratnya gara-gara gx dapet tempat duduk. Ekspresi dominan selama di mobil sampe masuk kamar Cuma diem nahan kesel dan ngoceh-ngoceh menumpahkan kekesalan. Buat yang lagi berencana ikut tour begini, semoga hal ini gx terjadi kepadamu. Masih untung aku sekamar sama temen sekelas, jadi rasa kesel terobati sedikit.

Yep! Part satu segini dulu ya. see you at second part. until later people.

UDPATE : Bagian 2 baca ya!😀

2 thoughts on “School Trip : Story in Bali 1

  1. Pingback: Happy deh.. « Randomization of Annie Tjia

  2. Pingback: School Trip : Story in Bali 2 « Randomization of Annie Tjia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s