Kapan Yaa? Kapan-Kapan!!

Membaca post Mas Dani yang berapi-api tentang pertanyaan “kapan menikah?”, sebenarnya kalau dipikir-pikir aku juga sampai kenyang ditanya pertanyaan macam begini. Habis mau protes juga sama aja tuh, ga ngaruh juga dengan sifat manusia Indonesia yang “ramah”-nya memang agak melewati tanda palang pembatas. Kepingin sih, bilangnya “maklumkan saja..” Tapi kalau gini, bukannya kita yang ditanya ini ya, yang harusnya dimaklumkan kalau merasa tersinggung?

Continue reading

Advertisements