Making a Beauty Blog

To be honest I don’t know if I should do this kind of thing. Couple days ago while talking about starting some side business with a workmate who had just opened her very first online shop, she suggested me to do MUA stuff since I’ve always been interested with cosmetics and makeup. I was like, “Oh, dunno. I mean I like watching tut videos and MUA’s pics but to do it myself is kinda bold.” I don’t have any camera of laptop to provide this and it seems like hard working job. Sounds lazy, right? (Laugh)
But still, I’m interested. Of course as a woman, we bend to these things; clothes, shoes, and makeup. And since I’ve been working as a sale promotion girl it gaves me some benefits to recognize what style suits me or unsuits me. I might be doing beauty blogging stuff eventually, though in unknown time.

Oh, by the way I wanna talk a bit about my new lipsticks. I bought Odessa matte lipstick 705 on February 26th and it only costs me about IDR 32k because that time we got 20% discount by purchasing two items. My workmate and I bought each one for us the same colour and it turned out as my newly favorite lipstick. Lasts about 6-8 hours if you don’t eat or drink too much so it’s damnly money saving for me. Yayy 😁😁

The other one is 703. The colour is soft mocca which I use for outside work purpose. 

The only thing is that it’s cracky on the edge inside my lips, so the line will be created there and the feeling is uncomfortable. But it’s light compared to lip cream, that’s why I still prefer this instead of repurchasing Pixy lip cream.

Advertisements

Helping People Day

Maybe I should call today as my one of helping day. After helping my workmate buying medicine for her toothache, I spent almost an hour helping foreigners purchasing some stuffs at the dept store. It’s quite enjoyable being the center of attention; not an everyday routine for you to see such long interaction between a store sales girl with foreigners. My mouth was kinda ached by using English, honestly hahahah… I think I have to do more practice next time, it’s getting harder now.

I also quite enjoyed my conversation with the senior of the three (as he said that the other two were his junior), he’s an easy going person and talked quite a lot too. He’s also bought some stuff for his wife such as earings and lingeries set, and also.. A comb. (Inserts Laugh here) I told him I was confused when my workmate gave the bill with a comb written there, but he answered by saying that’s for him ’cause her wife had forgotten to give him comb. Since usually I’ll never go anywhere without comb, it’s hard to imagine myself forgetting mine and my family’s. But it’s actually trivial thing that would happen to anyone, of course.

Anyway, for those who met me at Chandra Teluk Betung, Lampung, Indonesia today, I’ll be gladly helping your purchasing next time so just ask whenever you make some visit here. But I think it’ll be more convenient if you already exchanged you dollars before you shop, just in case.

Cari Duit Sampingan

Dari dulu aku emang tertarik sama writing job dan kepingin punya kerjaan yang berhubungan sama tulis menulis. Cuma entah kenapa kok ga kesampaian, baik kesempatan maupun waktu. Secara udah lama jadi blogger kan yaaa… Pengin deh kayak yang para tetangga itu nulis-nulis trus dapet penghasilan gituh.

Salah satu kenalan dulu waktu di Zonamobile promo-promo nulis berbayar, circumtancenya bikin penasaran buat nyoba trus aku start dengan nulis sekitar 7 artikel. Pikirku sih, lumayan kan dapet duit sempongan, emang lagi kepingin nyari side job kayak gini daripada ngalor ngidul ga jelas di dumay. Dan akhirnya dibayar 60ribong. Oh, what a sweet money. Ihiy. Buat anak kosan, segitu mah bisa buat makan berapa hari. Dan karena udah terbukti dan no tipu-tipu, aku jadi mau lanjut nulis lagi.

Sekarang ini sekalangan temen kerja juga udah pada nyampingan usaha seperti online shop atau jualan pulsa sebagai penghasilan tambahan. Jelas lah, ga mungkin ngandelin job yang saat ini kita punya karena semakin lama kebutuhan makin mahal dan gaji bulanan ga selalu bisa cukup buat nutupin pengeluaran. Kadang juga yang umurnya sudah menginjak 25 tahunan ke atas mulai diskusi soal kelangsungan kontrak kerja, secara requirement buat jadi SPG kan termasuk yang masih seger ting-ting. Fresh graduate bocah-bocah yang belum ketempelan bedak ama lipstik. Apa kabar pengalaman? Ya ga bakal selalu jadi patokan, apalagi kemampuan selling itu sebenarnya learning by doing kalo mau di cermatin.

Malahan kalo menurutku, selama usia masih produktif kita memang harus bersiap dengan hal-hal semacam ini. Biar kalo nanti sudah ga masuk kriteria kerja atau udah males dengan rutinitas 8 jam kerja yang melelahkan, masih ada jaminan pemasukan. 2017 my maaann…. Masa iyah jadi pengangguran tetep ga punya duit?

Well, it’s always a good thing to start something new in the beginning of year. Tahun kemarin nyoba doodle art, tahun ini nulis dibayar, cucok deh. 😊😊😊

Kelegaan

Ketika komunikasi menjadi kunci sebuah hubungan, pengaruhnya besar banget ke diri sendiri secara emosional. Depresi berminggu-minggu yang aku rasain semenjak ngomongin masalah pernikahan sama Aa akhirnya hilang gitu aja sehabis aku ungkapin semua uneg-unegku kemarin malam. What makes it quite funny is, that it’s still the same place we argued and reconciled. Lucu sih ya..

Tadinya udah mulai banyak ngerencanain gimana supaya persiapan pernikahan bisa lancar, sampe ga tidur enak berhari-hari karena kepikiran mulu. Bawaannya pusing dan stres secara kebutuhan kan juga harus makin diatur biar tabungannya bisa kumpul. Pokoknya jadi senewen sendiri dan ujung-ujungnya jadi berantem terus, belum lagi tiba-tiba menstruasi padahal awal bulan juga udah dapet mens. Terakhir kali aku ngalamin mens dua kali dalam sebulan tuh udah lama banget dan hal ini nunjukkin tingkat stres aku melebihi normal. Ya gimana ga, ini kan soal masa depan dan kalo ga diomongin bener-bener maunya jadi kayak apa nanti. Dan kalo dari diskusi awal udah digagalin malah bikin aku jadi ga semangat ngejalaninnya. Lah terus kapan ane kawinnya broh??

Itulah kenapa aku berasa lega banget karena akhirnya bisa ngomongin hal ini baik-baik dengan Aa, bisa mendiskusikan semuanya dengan bener sehingga pesenku nyampe ke dia. Impactnya langsung bikin aku seolah-olah baru aja selesai ujian nasional, intinya lega aja. Toh kita juga sama-sama udah dewasa sih, kalo ga memecahkan masalah dengan komunikasi pastinya bakal kebawa pas nikah nanti. Itu yang pengin sebisa mungkin aku hindari. Thanks God, I feel so much relief now.

Semoga setelahnya ga ada lagi hal-hal yang bikin aku stres kayak gini lagi. And of course, hopefully our goal can be realized sooner.

What I Hope is Just..

Every single person has a fear of marriage and its stuffs. Well, emang sensitif sih ya kalo ngebahas masalah pernikahan. Secara aku juga punya referensi nyata pernikahan yang kurang baik. Bukannya jadi parno atau trauma gitu, tapi bawaannya berhati-hati aja kalo ngomongin soal nikah. Dan entah kenapa, akhir-akhir ini aku jadi restless mikirin pernikahan.

Boong lah ya kalo aku ga stres, Aa ngeributin soal pernikahan lah nabung lah tapi giliran diajak diskusi malah menghasilkan banyak omongan yang bikin aku nyelekit sendiri. It’s only 3 months since the first day of us dating tapi aku mulai anxious. Did I choose the right one?

I know I’m already 25 and being an Indonesian, a woman in my age these days should have married and had at least one child. Kalo mau bilang iri, ya jelas bingid-bingid dah ngirinya. 25 harusnya udah gendong anak tapi ini mah masih jadi anak kosan. Bosen mak, boseeennn… Tapi karena ada ini dan itu, aku belum nikah. Pas giliran ada greget untuk nikah yang terjadi adalah ketemunya sama yang… emmm… susah jelasinnya ini mah.

My Aa, you see, sebenarnya udah punya niat yang baik sekali untuk nabung demi memenuhi biaya nikah nanti. Nikah kan tetekbengeknya banyak, kalo ga disiapin dari sekarang yang ada waktu keburu berlalu gitu aja sia-sia. Maksudku tuh sebenarnya cuma pengin mengarahkan dia untuk berdiskusi tentang detil persiapannya, mau yang gimana, berapa, dimana dan lain-lainnya. Lah wajar kan, nabung juga harus ada target biar bisa terealisasi dengan halangan seminim mungkin.

But what happened was, diskusi yang bikin tekanan darah tinggi jadi naik. Ujung-ujungnya mulai berpikir yang aneh-aneh, is it the right choice? we’re only 3 months dating, after all. Banyak hal bisa terjadi setelahnya, dan kalo di awal gini aja udah banyak keraguan gimana nanti?

Jujur aja aku orangnya gampang illfeel sama orang. Walaupun sayang, sekali mengecewakan kayaknya keinget aja terus. Buatku hal ginian harusnya dibicarain dangan serius, ga asal ngomong sambil ngacuhin seolah bisa di urus nanti. Pernikahan kan harusnya sekali seumur hidup, lah kalo diskusinya aja selengekan gimana nanti? Semenjak aku adu mulut sama Aa soal ini, tiap keinget bawaannya baper bangey dan stres. Depresi deh jadinya.

Aa, I know you love me and so do I. But marriage is not just a word, it’s a lifetime moment which we shoukd think over and plan carrefully. I just hope you understand that I can’t take jokes lightly when it comes to something important to me. After all, we’re planning to live forever, not just having fun while setting everything aside. And above everything, I just hope it’ll work for us.

Spontan di Awal Tahun

Sebelumnya, selamat tahun baru 2017 kakaaaa!!! Ini tahun kelima sayah punya blog ini. πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

Selama 5 tahun jadi personal blogger, kalo ngomongin resolusi bawaannya males aja karena udah tau ga bakal kesampaian. Jadi ga pernah sibuk kayak yg lain, kepingin ini itu terwujud di tahun ini. Eheh malah tetiba spontan kepingun melakukan sesuatu yang selama ini enggan aku lakuin, yaitu perombakan akun sosmed.

Maksudnya perombakan tuh, ya ngubah semua sosmedku yang aktif mulai dari filtering pertemanan dan kontak hingga nama yang biasa aku pake di akun-akun aku. Ini jadi tahun terakhir aku make nama Annie Tjia sebagai id, dan sekarang aku pake nama asli aku di sosmed. Facebook dan instagram udah resmi nyandang nama asli, tinggal Twitter, email dan blog. Sayangnya untuk email dan blog kayaknya ga bakal aku ganti, ribet lah dan lagian nama blog juga ga bisa diganti. Twitter mungkin nanti aja deh, soalnya udah hampir ga pernah dipake lagi.

Pertemanan Facebookku juga difilter habis-habisan, yang buanyaaaakkk itu ampe pusing pala eneng ngapusin satu-satu ga kelar-kelar. Sekarang yang ada cuma keluarga, temen-temen yang dikenal dan keluarga pacar. Si pacar ya juga jelas masuk daftar, tapi malesnya kalo cerita sama dia bawaannya nyelekit. Ngomel kenapa banyak-banyakin temen di fb, padahal ga ngerti aja itu akun aku pake dari 2009 yang jelas ga mungkin aku inget satu-satu alasan nerima ato ngirim requests. Sama dia mah mending meneng bae lah.πŸ˜…πŸ˜…

Awalnya sempet kepikiran takut nyesel, lah ID Annie Tjia umurnya lama lohh jangan salah. Tapi entah kenapa sekarang bawaannya jadi ngerasa aneh sendiri, bertanya dalam hati apa penting hal ginian. Setelah mikir-mikir sekitar beberapa menit spontan aja langsung penging ngerombak akun sosmed. Udahlah, sekarang mikir yang penting-penting aja. Pencitraan udah bukan gaya trend masa kini lagi buatku. Dan ternyata aku ga nyesel loh! Ga ada rasa sayang ngerubah nama akun pake nama asli ato ngapus pertemanan di fb. Biasa aja, ga ngerasa bersalah.

Padahal dulu susah banget rasanya mau pake nama asli di akun sosmed, soalnya nama aku pasaran banget. Secara pengin juga lohh eksis dengan nama pena yang kewl bingits yekaan. Tapi akhirnya aku sadar ga ada nilai lebihnya juga, karena toh kehidupan aku ga berubah. My life is and has been this flat since before. So, why not using my own name?

Kalo mau dibilang resolusi, mungkin hal kecil gini bisa jadi suatu resolusi terwujud buatku. Soalnya dampaknya positif, jadi ngerasa lebih happy dan lega. Nyaman aja dengan nama asli terpajang di profil akun, kayak bener-bener jadi diri sendiri. Kalo tau rasanya ngelegain kayak gini mah udah dari dulu aku rombak akun. πŸ˜†πŸ˜†

Semoga ini juga jadi awal untuk hal-hal baik yang lain di masa depan. Amin. πŸ™

Hobby Yang Jadi Masalah

Um.. abaikan aja deh judulnya, sumpah bingung banget mau pake judul apa buat ni post. Abis tiba-tiba inget aja gitu. Ehhh… dan ini kejadiannya juga udah lewaaaattt… Tapi kepingin cerita daripada lupa lagi. Kebetulan kan masih tentang hobby baca buku, yang emang bikin masalah sihh..

Yajadii tempo hari, um.. Berapa bulan yah… Lupa. Pokoknya ada insiden kecil di kosan yang bikin buku-buku koleksiku jadi kriting-kriting buyuk yupa. Gegara keran galon aku buka dan ga merhatiin air minum udah ngucur-ngucur ke bawah, apes banget buku-buku yang aku taro di bawah meja basah semua deh. Maklum, suka kebiasaan gitu sih. Tapi sumpah banget biasanya ga segitu lupanya. Efek masuk pagi, pulang-pulang fokusnya kepingin molor aja. Bolak-balik di kamar kok ya ga ngeh sama sekali air udah banjir ke bawah banyak banget. Jadinya ya gimana ga basah deh, ampe berkali-kali di pel ga abis-abis. Anehnya masih lempeng ni perasaan pas liat buku-buku yang basah itu. Sebentar sih. Udahnya pas ngejemur semua buku di depan kamar, dan thank God banget kamar aku ada di lantai dua dan syukurrr banget masih ada cahaya matahari pas sore naas itu, baru deh hati berasa ngenes. Inget kalo itu buku-buku koleksi karya Bang Radithya Dika ga murah, belinya juga nunggu gajian tiap bulan. Itu juga satu-satu, ga beli sekaligus. Hiks.

Alhasil buku-buku sayong akuh jadi keriting, buluk, tapi untung (masih untung loh!!) Ga ada halaman yang tintanya ngeblur ato cacat. Alhamdulillah. Tapi paling parah yang kena tuh buku-buku Bang Radit. Suwe deh. Lalu aku foto, pasang jadi DP BBM beberapa waktu kemudian. Kebetulan juga baru beli beberapa buku baru dari bazaar buku di Mall Boemi Kedaton. Yaa maksudnya mau pamer gituh. Eh.. Ada yang bbm, minta dipinjemin. Yasudalah, emang resiko mamerin koleksi di sosmed, jadi inceran temen-temen buat minjem. Tiga buku bang Radit yang aku punya, Cinta Brontosaurus, Radikus Makan Kakus dan Babi Ngesot aku pinjemin. Babi Ngesot dan Cinta Brontosaurus akhirnya ngendep lamaa banget di tempat temen, sementara Radikus M. K. pindah-pindah. Dipinjem Arif sehari, abisnya pindah ke Dian.

That’s fine. Aku sih ok aja.

Terus.. Karena bulan Juni (NAH BARU INGET!) lagi sibuk-sibuknya ama jualan dan laporan, maklumlahhh bulan puasa dan menjelang Lebaran, si Dian mutusin untuk bawa tuh buku ke konter. Well, aku masih fine. Yang penting ga ilang kan?

Eh, doski bbm malem-malem. Gupek. Bikin pm nyuruh aku baca bbman dia. Aku orangnya suka males buka bbm kalo ga penting-penting amat. Tapi karena tuh pm bernada urgent, kok jadi ada feeling was-was kalo-kalo ada kejadian ga ngenakin nih. Ato mungkin si Dian mau minjem duit. Eheheh.. Sensi sih sayah kalo soal pinjam meminjam hepeng. Cuman ya intinya mah worry aja gitu. Usut punya usut, setelah baca bbm Dian yang panjang kali lebar sama dengan luas itu tuh ternyata emang bener, si buku di sita Supervisor. Hmph. Sudah kuduga.

Akunya sih nyanteee banget, yasudlah mau diapain. Ujung-ujungnya udah minta maaf juga itu buku ga dibalikin. Partially my fault karena ga wanti-wanti si Dian, terus juga ga kepikiran nyimpen tuh buku di loker konterku. Emang dasar udah ada firasat bakal ada razia dadakan, sempet tuh pas pulang kerja aku bilang sama Dian buat nyimpen tuh buku di tempat aman. Ealahhh itu toh jawaban firasatnya, beneran ada razia. Padahal sepele doank sih, gegara ketahuan beli minum di market 3 botol gede. Lagian iya juga sih, sebiji aja ga boleh apalagi ampe 3 biji gitu. Akhirnya buku kesayonganku ikut jadi korban.

Nah.. Kayaknya awal bulan kemaren deh, itu buku nongol di bawah meja komputer SPV. Aku dikasih bakwan sama Spv area Sepatu dan makan di ruangan Spv waktu liat buku itu di bawah meja. Kan Spv pada tahu kalo aku anak kosan, jadi aku di kasih bakwan daripada kebuang. Hehe. Tapi yahh… Coba kalo ga ada Spv, mau aku bawa pulang tuh Radikus M. K. . Cuman ya gimana, mungkin ga jodoh kali, jadi ga keambil deh tuh buku. Heehh… :/

Anywayy…

Karena kemarin aku beli Kambing Jantan ( buku loh, bukan kambing beneran), kok malah jadi kepingin beli lagi bukunya Bang Radit ya? Manusia Setengah Salmon, Marmut Merah Jambu sama Koala Kumal aja belum kebeli. Sayang kaann udah ada 3 buku malah ga dilanjutin? Kalo semua koleksi udah lengkap, baru dah aku lanjutin ngoleksi seri My Stupid Boss. Secaraaa tuh buku bagus vhangettt dan sayang kalo ga di beli. Kalo masalah Radikus, aku ga tau juga nantinya bakal di ganti sama Dian ato ga. Gampang sih sebenarnya, nanti juga pasti aku beli lagi. Masalah duit, it’s ok. For hobby there’s nothing expensive or unbuyable. Hopefully bisa kekumpul semua. Yey. πŸ™‚ Dan berita baiknya, at last, buku-buku yang kena air lambat lain membaik kondisinya. Masih kriting ga jelas gitu sih, cuma ga separah sebelumnya. Gapapa, masih bisa di baca ini kok.