Beli vs Minta

Setiap shift pagi adalah minggu bersama sekotak tisu, soalnya pasti selalu kena serangan flu. Kadang suka kesel sendiri kok ga pernah absen tiap masuk shift pagi pasti bawaannya flu. Dan akhirnya sekotak tisu jadi hal penting untuk disiapkan di kosan maupun tempat kerja. Akhir-akhir ini aku baru sadar kalau sepertinya aku kebanyakan beli tisu. ada satu box tisu dan segulung tisu di kosan, lalu ada box tisu kecil yang baru kubeli juga minggu kemarin. Minggu ini aku shift siang dan sekotak tisu itu pun akhirnya terbengkalai. Itu sih kalau ga ada yang tau ada sekotak tisu masih utuh di konter. Begitu ketauan, alhamdulilah pasti habis. Terutama kalau pas off, besoknya jangan harap masih utuh seperti waktu ditinggal. Kayaknya aku jadi kebanyakan beli tisu bukan karena banyak uang, tapi setiap mau make selalu kehabisan duluan!

Baru-baru ini juga aku jadi punya item tambahan kalau kena serangan flu pagi, yaitu sebotol kecil freshcare. Fungsinya ga cuma buat flu aja, tapi juga efektif banget kalo lagi lembur atau pas haid. Terkadang ga lagi perlu masih dibawa kemana-mana, soalnya ada aja yang bakal dateng ke konter minta minyak angin. Ada juga yang make bentar buat kerokan, dan di tempat kerjaku yang namanya kerokan itu adalah rutinitas harian. Walaupun suka kesel kok ga beli sendiri ( Helooo, masa sebiji buat searea seeehhh????!!!), tapi kasian juga ngeliat ada teman yang lagi sakit dan kita punya obat yang tersedia sebagai pertolongan pertama. Untungnya freshcareku nasibnya masih beruntung dibanding albothyl yang sudah habis dipake orang searea padahal aku sendiri baru pake dua kali. Sekotak tisu yang dipake sendiri bisa awet sebulan aja tau-tau ludes dalam dua minggu.

Memang setiap orang punya sifat yang beda-beda kalo perkaranya soal beginian. Ada yang prinsipnya ‘kalau yang lain ada ngapain beli?’ sedangkan ada pula yang punya prinsip ‘lebih baik beli daripada minjam atau minta.’ Ga tau kenapa, sepertinya di tempat kerjaku orang cenderung bersifat lebih suka menggunakan milik orang lain atau minta kepunyaannya dibanding membeli. Padahal kalau aku pribadi hal kayak gitu sama sekali ga nyaman. Mereka juga kalau kepunyaannya diminta atau pinjam belum tentu ga merasa risih. Terkadang suka kesal, padahal ga mau juga perhitungan sama teman tapi kok ya kebangetan tiap hari minta ini itu. Kalau memang perlunya tiap hari kan ada ide untuk beli. Mau sedikit ‘mengingatkan’ takutnya malah dianggap pelit. Sayangnya, kata pelit itu dijadiin senjata supaya dikasih ini itu dengan enaknya. Heran, tapi gitu deh kebiasaan di tempat kerja. Jadi mau ga mau harus maklum. Sekedar penghapus pun bisa jadi benda masal searea kalau perlu.

Yah, ini pengalaman kerja yang cukup unik. Jadi pelajaran supaya lebih baik menyimpan rapat barang milik dari pada dijadiin hak milik masal. Hahaha.

6 thoughts on “Beli vs Minta

  1. Pingback: Sayang Barang | AnnieTjia-Tastic

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s