Uang Recehan

Di Tulang Bawang, namanya recehan itu jarang jadi alat bayar. Bawa uang lima ratus rupiah aja males, jadi kalo ada kembalian lima ratus seringnya ga di ambil. Sudahlah, buat kamu aja, biasanya pada bilang gitu. Padahal kalo di kumpulin lumayan kan. Mungkin karena taraf hidupnya beda kali ya, ga pake recehan lagi. Seribu rupiah aja kadang dibiarkan, malah suka diketawain. Halah, gor sewu wae, bene lah. Haha.

Di Bandar Lampung, uang recehan masih berlaku dan diterima senang hati di setiap transaksi. Mau itu di warung biasa maupun supermarket, dan bagi aku yang udah lama ga belanja dengan uang receh seratusan itu rasanya jadi aneh. Lucu amat mau belanja pake receh seratusan, emang masih laku?

Kemarin, pas banget di jam-jam sebelum narik gaji dari ATM, uang makan habis. Apes dah, minjem lima ribu sama temen biar bisa beli sayur. Dari lima ribu itu aku pake dua ribu buat beli sayur, tapi karena ga ada uang seribu untuk kembalian jadi kesimpen di rumah makannya. Pulang ke rumah, baru sadar di dompet ada uang receh seratusan yang banyak. Akhirnya bisa nambah beli sayur dengan uang receh tersebut esok harinya. Jadi masih sisa dua ribu buat besok lagi meskipun udah narik gaji dari ATM. Alhamdulillah.

Intinya, karena udah lama ga menggunakan uang receh sebagai alat bayar, lama kelamaan aku jadi ga nganggep recehan sebagai sesuatu yang bernilai. Padahal di saat kritis seperti dua hari kemarin, nyatanya recehan itu berguna banget. Belanja di minimarket daerah Tulang Bawang, daripada ngasih receh mendingan permen. Kalau di sini, receh membantu anak kos yang dililit masalah keuangan ternyata. Hahaha.. *nyengir kuda*

Ini baru disadari setelah baca post yang salah satu isinya membahas tentang uang recehan. Hehe, ngena banget gitu ya. Teteplah, disyukuri. Meskipun cuma bisa beli sayur dua ribuan, tetep berharga untuk di simpan. Besok-besok numpukin lagi akh. Muhahaha. :evillaugh:

4 pemikiran pada “Uang Recehan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s