Tidak Perlu Label

Sekarang ini, seperti hubungan pro dan kontra, kalau ada seorang artis, tentu ada fans maupun haters. Kalau bicara baik tentang si artis, belum tentu karena dia fans, tapi kalau sebaliknya tau-tau dibilang anti yang maknanya sama macam dengan hater. Mau berkomentar sudah susah aja ya, karena ada kalangan yang senang memberi “label” pada komentar terhadap artis tertentu.

Jadi ceritanya sekitar seminggu yang lalu, lagi senggang kepingin nonton acara infotainment (selain karena ada info di Twitter kalau Team K JKT48 diwawancara gitu disono). Kebetulan ada seorang artis juga diwawancara. Pas bagian si artis ini langsung cengok. Si artis memang beberapa waktu sempat jarang nongol karena sakit, terus baru keliatan lagi setelah sembuh. Dan lucunya saat wawancara, aku langsung “WOW” besar. Katanya, “… Ga akan tergantikan, ga ada yang bisa gantiin …”, terus beberapa kalimat misalnya, “… Udah seperti artis internasional..”. Geleng-geleng kepala deh ngeliat artis ini, umbarannya luar biasa. Biasanya pasti bilang itu cuma candaan, orang berdalih akan, “memang sudah sifatnya dia”, jadi ya mau gimana lagi. Padahal kalau ngomongnya aja udah lebih dari sekali dan jadi begitu, lama-lama aneh juga kalau cuma dianggap bercanda. Apalagi selama ini siapa yang ga tau “ganasnya” candaan Mister Artis ini. Sejujurnya aku aneh juga, punya sifat buruk kok di pelihara ya?

Lalu, iseng (lagi) kepingin komentar di twitter. Cuma bilang, “Hati-hati masih sakit lho Mister O, jangan banyak umbar aneh-aneh.” Eh ternyataa… Ada yang RT dengan kalimat, “Anti-O***”. He? Anti? Jadi kalau berpendapat begitu namanya anti? Heran pun datang, soalnya daku ga pernah merasa diri jadi anti siapapun. Ga suka ya ga suka, ga perlu pakai label anti atau haters. Bahkan aku ga sering bilang fans ini dan itu meskipun udah lama suka dan ngikutin beritanya. Kayaknya, orang muda sekarang terlalu into that kind of thing. Berpendapat sedikit negatif aja dibilang anti. Ntar kalo aku bilang yang bagus-bagus, dibilang fans gitu? Wkwkwkwk…

Yah, tapi kembali lagi ke Mister Artis ya. Mungkin wajar kali kalau ada yang mikir aku itu anti sama si artis dari tweet tersebut. Pakai dalihan di atas, “Dia kan cuma bercanda.” Iya ya, selama ini dia banyak bercanda, namanya juga pelawak. Tapi bercanda itu punya waktu, dan harusnya bisa memilih kata yang tepat. Kalau berani bilang dia ga akan tergantikan, terus udah kayak artis internasional, aku rasa udah bukan bercanda lagi, tapi menjurus ke berlebihan. Dan selama ini, udah banyak kasus tentang candaannya. Dalih lagi, “cuma bercanda.” Padahal misalnya penonton bisa lihat, mister ini kalau dibecandain orang matanya langsung melotot, tertawa agak sinis. Sampai Emak bilang, “Aneh ya dia ini, dibecandain matanya bisa melotot gitu, ga suka. Tapi kalau becanda kasar betul.” Yaa gitu deh… Karena ‘cuma bercanda’.

Jadi intinya, agak ga terima dilabel anti. Biasa aja, aku ga perlu jadi anti kalau aku ga suka. Kalau dia memang punya attitude yang baik, toh aku ga masalah juga. Kenyataannya setiap ada artis asing diundang di acara musiknya, ada aja yang memperingatkan, “Beware of ****, g*y host of ******.” Fans concern sama idolanya karena takut kena “candaan” si Mister Artis. Yah.. Biasa, soalnya candaan ganas. Ckckck… Begitu bilang katanya ningkatin rating acara. Kalau dengan attitude yang buruk, baguskah itu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s