Pro dan Kontra itu Biasa

Salah satu teman mengirim message lewat Facebook, “Aku mau follow Twitter-mu tapi kok isinya JKT48 mulu. Ntar TL penuh sama tweetmu.”

Reaksiku? Ya ketawa. Sejujurnya belakangan ini aku lagi ngefas berat sama JKT48 dan sering banget ngetweet tentang mereka. Mungkin kelihatannya agak berlebihan ya? Maaf, aku ga bermaksud lebay gitu kok. Namanya juga ngefans, jadi suka khilaf. Hehe.. Waktu temanku bilang gitu di pesan tersebut, aku cuma bisa jawab bahwa itu terserah dia. Kami masih bisa kontak lewat hp dan FB kalau dia ga mau follow aku di Twitter, ini kan bukan masalah serius. Ga ada paksaan.

Tapi memang sih, suka duka mengidolakan suatu figur tertentu itu kebanyakan kerasa di socmed. Jamannya aku suka Justin Bieber, ada yang langsung me-remove aku
dari friend list padahal dia duluan yang add. Masalahnya cuma gara-gara status FB-ku yang isinya tentang bashing comments di fanpage JB. Di Twitter, ada yang pernah retweet tweet-ku tentang Owl City yang ngetweet bahasa Alay mengatakan, “Ih Owl City alay. Ga banget.” Jelasnya aku heran kok ada aja yang masih repot-repot begitu padahal bilangnya ga suka. In my honest opinion, if you don’t like it, just let it. Memprovokasi orang lain kan capek bok, dan untungnya juga ga ada kan ya?

Ga cuma dalam dunia fandom, hal-hal semacam ini memang banyak terjadi dalam perjalanan hidup kita. Paling gampang aja, ketika memilih gaya pakaian. Kita bilang bagus, belum tentu orang setuju. Ada yang mendiamkan, ada yang langsung blak-blakkan bahkan sampai pakai kata-kata yang menyakitkan. Apakah kita bisa menahan mereka untuk berkomentar begitu? Tentu saja ga mungkin bisa. Sama halnya ketika menjadi orang yang mengomentari, adakah jaminan bahwa pendapat kita akan di terima secara positif? Atau berkaca pada diri-sendiri, apakah kita lebih baik daripada orang yang kita komentari? Belum tentu. Begitu pula dengan seorang fans terhadap idolanya. Temanku yang ngefans berat sama SuJu aja ga pernah kukomentari yang aneh-aneh, atau bahkan sekedar bertanya, “Apa sih bagusnya SuJu itu?” Karena aku bukan orang yang mengidolakan SuJu sehingga ga bisa melihat apa yang bagus dari SuJu. Sekarang sebagai fans JKT48, ada yang mau frontal habis-habisan ngomongin JKT48 ya ga masalah. That’s their right to have those opinions. Tapi ga perlu memprovokasi orang lain yang menyukainya, tinggalkan aja bila perlu. Gampang kan?

Dulu pun di awal JKT48 muncul aku sempet emosi baca komentar sebuah akun di fanspage JKT48. Bahkan saking keselnya pernah kutulis post berisi kekecewaan terhadap komentar tersebut. Setelah beberapa lama akhirnya aku mikir, “Well, ga penting juga nih ngurusin omongan orang. Kenal kagak, emosi-emosi dewek.” Nyesel sendiri karena terlalu nanggepin hal sepele seperti itu. Pro dan kontra cuma berbuntut panjang kalau terus jadi perdebatan. Itu yang aku rasakan selama menjadi seorang fans. Yaa biasalah, intermezzo katanya.😉

Tapi kalo mau jujur lagi nih, aku trauma kalau di suruh masuk grup fans di socmed. Kecuali grup atau forum tersebut cukup secure dari gangguan haters (minimal bisa di netralisir hingga kemungkinan haters bikin rusuh mendekati zero), baru aku mau gabung.
Terus, karena aku ini lumayan agak takut kalau ngobrolin soal idolaku, biasanya kalau ga dengan yang bener-bener sesama fans aku lebih banyak diam. Hehe..😀 Saat ini kalau fans Owl City aku ga banyak ketemu. Aku juga ga terlalu aktif di fandom Owl City meskipun semua lagunya aku sukaaa banget, banget gitu.😆 Lain dengan JKT48, aku cukup aktif. Aku sering ngobrol dengan sesama fans dan ngikutin perkembangan mereka terus. Di JKT48stuff aku selalu berusaha ngikutin berita terbarunya. Asyik deh pokoknya

Jadi fans itu seru sebenarnya ya. Ahahaha..:mrgreen:

7 thoughts on “Pro dan Kontra itu Biasa

  1. Teman akrab saya fan fatin, saya ga suka sama ini penyanyi.
    saya post di fb bahwa: fenomena fatin itu bukti nyata bahwa dunia seni sedang dihancurkan oleh industri musik di negeri ajaib ini.

    debat panjang dia komen terus.
    Saya sendiri ga mempermasalahakn kalian suka siapa siapa saja, saya hanya curhat di dunia sosial.

    pro dan kontra itu biasa….

    • Wah, kalau saya malah kadang senang bacanya. Kalau ke forum tertentu yg kebetulan membahas idola saya dan ada kesan negatifnya, terkadang saya jadi penasaran dan jadi dibaca terus.

      Yah tapi intinya, ga ada yang aturan kita suka atau tidak suka sama suatu figur dan berdebat tentang hal itu jg ga ada gunanya. Mungkin untuk meramaikan suasana kali? Soalnya terkesan heboh dan justru sebenarnya buat saya fans seperti itu mengganggu kenyamanan.

  2. JKT48???
    apa itu? makanan ya? *dikeplak abis ini*

    saya sih bukan fans mba. tapi kalau memang TL isinya itu semua sih kadang malas juga. hihihi. tapi saya sendiri juga TL sering dikomen karena sering RT quote2 yang saya suka… akhirnya… ya sudahlah. mau baca ya monggo… gak pun gpp. tul gak?

    • Hehe.. Sebenarnya gara2 semingguan ini JKT48 muncul terus di TV jadi yaa diomongin terus ahahaha.

      Betul3, kan ga ada yg maksa suruh baca. Tapi kadang kalo dikomen gitu suka malu juga. Gimana yaa.. Aku pengin jadi fans yg menjaga kebersihan di TL orang lain. Hohoho😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s