Penelitian dan Sebagainya

Sometimes it’s good to do things in early time. Soalnya kalo cepet selesai kan jadi banyak waktu buat nyantai. Waktu pembagian surat pengantar dari kampus hari Senin kemarin, esok paginya langsung berangkat nebeng sama Ali (adek) ke sekolahnya demi penelitian. Persiapan materi dan media test emang udah kelar sejak Sabtu sebelumnya, makanya kupikir ngapain musti lama-lama nungguin yang lain kalo bisa langsung penelitian setelah surat pengantar diterima. Jadilah, ketemu Kepala Sekolah SMA Negeri 01 Banjar Agung Tulang Bawang dan ngobrol sebentar tentang perkara penelitian dan semacamnya.

Tapi yaa… Meskipun dapet welcome sign dari KepSek bukan berarti seterusnya lancar. Sembari nunggu instruksi KepSek, aku ditinggal duduk di ruang TU. 3 Karyawan TU satu-persatu dateng dan menempati meja masing-masing tapi cuma satu orang yang cukup baik mau nyalamin, yang satu malah ga nengok sama sekali. Ajegile somse gimana gitu ya.. Haha.🙂 Ga berapa lama KepSek dateng dan intruksi untuk awalnya masuk ke kelas X 4, tapi karena RL penelitian aku mintanya di kelas XI akhirnya dibawa ke kelas XI IPA. As expected, namanya juga anak SMA ya bawaannya haha hihi ribut sana sini becandaan. Setelah perkenalan, aku instruksikan untuk membaca dua contoh cerita Bahasa Inggris dan menjawab 5 pertanyaan yang dibagikan kepada tiap siswa. Betewe, belum disebutin ya topik penelitianku? Kalo judul TA-nya sih, Improving Students’ Vocabulary and Reading Comprehension by Using English Story. Awalnya kepingin pake novel, tapi dosen pembimbing bilang novel bakalan ngabisin banyak waktu dan siswa juga belum tentu sanggup bacanya. Pas beberapa menit setelah media dibagi dan siswa mulai membaca, Guru yang nganterin aku ke kelas XI IPA datang lagi dan minta agar penelitiannya dipindah ke kelas lain. Sejujurnya waktu itu agak kaget dan kesal tapi berhubung aku tamu yang minta izin mengganggu waktu belajar siswa yaa… Mau ga mau harus nerima dipindah ke kelas XI IPS 2. Dan ternyataa… Ahaaiidahh… Perjuangan kakaakk. Semangat 45 di awal-awal akhirnya kalah dihantam anak SMA. Inikah power of aboe-aboe?? *mokad*

25 menit dengan media dan pertanyaan yang aku instruksikan kepada para siswa untuk dibaca dan dijawab malah diisi riuh rendah banyolan dan sikap ga serius. Bisa dibilang hanya beberapa anak yang bener-bener serius melaksanakan instruksi sementara yang lainnya lebih milih ngobrol. Tapi banyolan yang siswa-siswa cowok itu lho, aku sampe geleng-geleng kepala. Ada yang keras-keras ngomong, “This is What!” dan setelah aku jawab pakai English malah ditimpali, “Ngomong opooo..” Aduh biyung, ckck.

Setelah semua jawaban dikumpul (itupun masih pake lelet-leletan), dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Sebenarnya banyak banget yang ingin aku diskusikan sama mereka, tapi akhirnya satu jam itu ga sepenuhnya diisi dengan diskusi mengenai English dan test yang mereka kerjakan. Pertanyaan yang mereka ajukan juga diluar itu, rata-rata seputar perkuliahan. Well, aku rasa itu reasonable ya. Tentunya siswa SMA pasti punya keinginan untuk ngelanjutin kuliah setelah lulus, meskipun selama sesi tersebut antusiasme yang kurang. Malah ngebanyol lagi, “Yang ada mah ijabsah!” Tapi yaah.. Sebagai yang lebih tua memang harus bisa maklum. Waktu sharing sama temen-temenku di kampus, mereka cuma bisa bilang bahwa kita dulunya juga pernah ngalamin fase seperti itu selama jadi anak SMA/SMK, macam suka ngegodain guru baru trus ga serius waktu diinstruksi. Hanya aja, ini pengalaman penelitian pertama yang mungkin bakalan susah banget untuk dilupakan, dimana mental dan confidence si peneliti kalah total melawan 25 anak SMA. Diriku ngoceh-ngoceh di depan mereka dengan semangat 100%, ehh… Begitu ada yang nyahutin, “Laper!” berasa runtuh aja tuh semangat. Doohh.. Kurang persiapan dan strategi nih kayaknya. Haha… Gitu ya rasanya ngajar di SMA. Haiss ga nyangka kakakk..😀

XI IPS 2

XI IPS 2

XI IPS 2

3 foto di atas diambil waktu para siswa sedang dalam proses menjawab pertanyaan dari test. Maunya sih ngambil satu foto waktu kami semua bareng-bareng gitu, tapi takut dibilang narsis jadi ga berani.😀 Yaa gapapa, untungnya ini baru penelitian untuk Research methodology, belum bener-bener buat pengerjaan thesis. Toh dari sini aku udah dapat gambaran gimana sebuah penelitian itu dan gimana ngejalaninnya. Tapi kayaknya untuk penelitian semester depan, aku harus mikir dua kali deh kalo ngambil sample di sana lagi. Ckckck..😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s