Berubah Penampilan

Semester 4 ini, daku berubah penampilan. Udah bukan lagi pake jeans dan t-shirt kalo mau ke kampus, tapi setelan kemeja-celana dasar plus sepatu formal. Kadang-kadang pake batik, tergantung suasana hati. Tapi yang jelas hampir setiap hari dresscodenya begitu, soalnya mata kuliah tentang teaching semua dari micro teaching, teaching media, teaching method, belum lagi mata kuliah lain yang nuntut formalitas busana. Weleh… Yang pusing mahasiswa nih, ga bisa lagi ke kampus pake style nabrak-lari acak-acakan. Di angkatanku, cuma kelas ABA yang wajib 100% berpakaian normal sementara jurusan AMIK belum diharuskan. Bahkan yang ngambil kelas computer teaching belum keliatan tuh diberlakukan peraturan yang sama kayak kelasku. Aih… Agak gimanaa gitu. Haha😆

Kalo yang udah kerja emang biasa ke kampus berpakaian formal, apalagi kalo jam kerjanya sebelum waktu kuliah pasti ga mungkin nyapein diri pulang dulu cuma buat ganti pakaian. Giliran yang belum kerja, agak canggung musti berpakaian formal karena ga biasa. Bukannya ga suka atau ga bisa, tapi frekuensinya kan jadi lebih sering daripada sebelumnya. Makanya jadi aneh, yang biasanya tinggal narik kaos dari lemari tanpa merhatiin bentuk dan warna, eh sekarang harus rapi-rapi. Ehtapi seru sih, udah berasa jadi guru beneran. Muhahaha.😛 Walaupun capeknya setengah idup, dan aku ga bohong, berpakaian formal tuh cuapeknyaaa bukan main. Soalnya kalo cewek kan mesti bertahan sama highheels. Bahkan ga pake highheels pun rasanya ga nyaman. Demi kuliah harus gini nih… Hehe. Tapi kalo dipikir-pikir, sebenarnya pakaian formal kan lebih dianjurkan ketimbang busana para mahasiswa yang terkadang saking bebasnya ga liat lagi mana yang disebut tertutup dan mana yang ga. Apalagi model sekarang, lacy terawang sana-sini alias you can see everything. Ckck, mau kuliah ato mau fashion show itu ya? Yang aku lebih heran malah, hijaber ada yang gaya pakaiannya begitu, Sering lagi. Lha terus apa yang ditutup kalo pakaiannya terawang renda-renda? Walaupun hanya sebatas tangan, minimal pakailah manset sehingga ga terkesan you-can-see untuk ukuran seorang hijaber. Jadinya lucu, kepala dibalut hijab, tapi bajunya terawang. Mending aku donk ya, cuma kaos tapi paling ga semua ketutup. Ga ada bagian yang nyempil terawang-terawang.😆

Yang jelas semenjak semester 4 ini juga, yang cewek-cewek pada ngegosip sozl tempat belanha baju batik murah, ato rencana mau jahit baju batik sendiri, tempat beli kain batik murah, blazer dan semacamnya. Diobrolin aja sih, belinya mah nanti dulu, nunggu kiriman. Hoho..😀

2 thoughts on “Berubah Penampilan

  1. Mba Annie, baru sempat mampir sini lagi euy.
    Huwaaa. sampe gaya berpakaian pun ditentukan ya kalo materi teaching gitu.
    Tapi emang aga aneh sih kalo misalkan hijaber pake baju you can see evrything gitu Mba ya..

    • Iya mas, aneh kan? Kan dasar berhijab itu untuk menutup aurat, kok malah pakaiannya ga sesuai dengan hijab. Haha.

      Berasa jadi ibu2 kalo udah pake yang formal2. Wkwk😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s