English : Pentingkah?

Kebanyakan orang pasti memikirkan aspek penting atau tidaknya mempelajari English, terutama yang berhubungan dengan pendidikan. Kalo aku yang memang mahasiswa ESL mah ya jelas penting atuh, bakal jadi mata pencaharian tetap. Mungkin pertanyaan ini juga semakin gencar terlontar sebagai respon kebijakan DikNas yang ingin mengkaji lagi kurikulum SD dengan menghilangkan English dalam jajaran mapel muatan lokal : pentingkah English?


Aku bingung aja kalo ada pertanyaan ini muncul. Habisnya yang biasa bertanya begini juga bakal bilang, “ah, English itu susah dipelajari. Belajar juga ga bisa-bisa.” lha, terus kenapa bisa menguasai Matematika, Fisika atau Kimia, apa bedanya dengan English yang rumusnya selalu sama dari jaman baheula? Kenapa orang justru merasa English itu lebih sulit sedangkan bahasa Mandarin, nihongo atau Hangul malah lebih susah karena ada aksara khususnya?

Ibaratnya kita umpamakan English itu sebuah gadget yang sedang dipertimbangkan mau dibeli atau ga. Ambil sample, misalnya laptop lah. Laptop itu bisa saja dianggap penting atau tidak penting bagi mahasiswa. Kalo yang ngirit, punya temen tinggal dipinjem (pengalaman). Kalo yang merasa perlu, pasti bakal mikir untuk membeli. Walau begitu, saat daya beli sudah ada pasti masih memikirkan lagi pertanyaan yang sama : penting ga? Soalnya budgetnya kan cukup lumayan, budget netbook aja bisa buat beli kambing toh? Setelah itu pasti akan tepikir alasan demi alasan untuk menunda membeli laptop. Tapi akhirnya, keputusan ada di calon pembeli. Kalo beli, mungkin belum tentu menggunakannya secara rutin. Paling banter buat ngenet sambil nyolong gretongan wifi (pengalaman lagi), sedangkan tugas-tugas belum tentu kelar. Belum lagi resiko rusak dan kecelakaan lainnya. Hew…
Kalo tidak membeli, uang itu mungkin diinvestasikan dulu ke sektor lain, misalnya bayar kreditan atau bon warung, atau juga untuk bayar semesteran. Sementara, semua lunas dan tenang. Besoknya mau ngumpulin lagi budgetnya, kagak bisa-bisa akibat pengeluaran ini dan itu yang luput dari perhitungan. Weiisss… Justru malah simpanan darurat jadi korban.😥

Eh.. Ini kok jadi kayak pelajaran Ekonomi yak??

Nah, kesimpulannya begini. Mempelajari English itu diposisikan seperti ketika membelanjakan sesuatu. Kita takut kalau-kalau nantinya ga ada gunanya dan berakhir mubadzir. Udah capek-capek belajar, belum tentu dipake setiap hari. Ya gitu juga saat kita mutusin untuk membelanjakan uang demi suatu barang, tentunya ga akan mau rugi donk… Paling ga itu bisa dipakai sehari-hari. Menurutku, ini yang jadi alasan kenapa orang masih mempertanyakan kepentingan mempelajari English, karena belum tentu bakal digunakan dalam kehidupannya sehari-hari. Jawabanku untuk pertanyaan ini adalah; daripada bertanya penting atau tidak, kenapa ga bertanya berguna atau tidak?

Semua ilmu, apapun itu bentuknya, akan jadi penting ketika berguna. Tinggal pelajarnya yang mau menggunakan ilmu tersebut atau tidak. Belajar English mungkin tidak dianggap penting, tapi bukan berarti ga ada gunanya. Malah aku bakal bingung kalo ada yang bilang English itu ga berguna, karena sekarang apa sih yang ga pake English? Program komputer formatnya English, setiap hari pun banyak kosakata English yang kita gunakan, dan meskipun sekarang belum ada yang bisa diri dapat dengan mempelajarinya at least cukup untuk kita memahami English. Ga mungkin lah ga penting, kita cuma ga tau aja cara memanfaatkannya. Buatku, seharusnya bukan bahasa Inggrisnya yang susah dipelajari, tapi yang mempelajari ga punya metode yang tepat untuk bisa belajar. Mempelajari suatu ilmu itu kan harus ada metode atau formula. Di English juga akan ada metode yang digunakan untuk memudahkan pelajar memahami English, dan setiap orang itu beda-beda metodenya. Kamu harus liat dulu bagian mana yang membuat kamu mudah paham English, then start from here. Belajar, latihan, gunakan. Make fun of it, make the best of it. Hey, lebih baik bisa kan? Penting atau tidaknya mah urusan nanti.

2 thoughts on “English : Pentingkah?

  1. english jadi terasa lebih susah dari mapel lain karena kita nggak suka dan memposisikannya sbg nggak penting.
    bagiku yg kerja di PMA, uh english mah super penting.

    klo english mau dihilangkan, itu terburu2 namanya. tetap aja diajarkan tapi mungkin sbg extra wajib yg bukan termasuk yg diujikan. ngajarnya harus fun

    • Ini kayaknya salah sistem yang bikin English itu dipelajari dengan perasaan terbebani, berasa kayak kewajiban
      Padahal kalo dipikir, lebih mudah English dibanding bahasa English yang lain. Terus mau gimana2 juga tetap bakal berguna kok di kemudian hari. Eyasudalah.. Yang penting ada kemampuan untuk mempelajari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s