Mari kita pahami tentang hal ini

Mumpung lagi semangat-semangatnya nih ngeblog sebelum waktu tersita dengan kuliah dan jadwal padat, kebetulan Ai dapat ilham setelah mampir ke Fan pagenya JKT 48. Idol Group yang doloran ama AKB 48 ini kan lagi booming jadi bahan pembicaraan, dan tadi di FP Facebooknya ada pemberitahuan tentang kehadiran mereka di stasiun tv Indo.
Dari sekian banyak komentar yang berbaris di bawah tuh post, ada komentar menyatakan bahwa intinya menyukai budaya luar (dalam hal ini Jepang) merupakan pengkhianatan karena kita dulunya di jajah oleh mereka. Bilangnya, “Inget sejarah kita.”

Asli Ai gx tau harus ketawa atau ngakak.

Ai gx akan berkomentar apa-apa soal JKT48, GB atau idola lain yang tentu aja masing-masing pasti punya fans dan haters, dan terkadang warias yang lalu lalang antara jadi fans dan haters.
Yang Ai heran tuh ya, tuh orang hidup dari jaman berapa ya? Atau belum tamat sekolah ya, sampai pemahaman bisa secetek itu. Bangga amat sama kenyataan bahwa negeri kita pernah di jajah. Sedang kalau mau ngomongin tentang penjajahan, sejarah Indonesia itu masih belum ada apa-apanya dibanding Afrika. Kita tuh masih enak kawan, negeri kita belajar dan memanfaatkan ilmu dari penjajah dan menggunakannya untuk mengembangkan negara. Bisa merdeka hingga 67 tahun. Liat tuh negeri lain bung, minum air aja belum tentu pas satu gelas, makan aja belum tentu sepiring penuh, kehidupan mereka bahkan lebih menyedihkan dari jaman penjajahan. Kita yang beruntung, setelah merdeka dapat mengembangkan negara meskipun masih morat-marit bukan berarti harus mengutuk penjajah. Tapi yang terpenting adalah memahami bahwa kita merupakan generasi yang dititipkan nasib bangsa oleh para pejuang dulu, bukan dengan maki-maki gx jelas yang nunjukkin betapa pendidikannya rada rendah tapi dengan ‘skillwar’ alias perang kemampuan. Misal lu ngebacot nyumpah-nyumpah Jepang penjajah, Belanda penjajah, Amrik penjajah, nyata-nyatanya lu masih maen gim buatan Jepang dan Amrik, beli produk mereka, dan masih juga makan nastar yang nyatanya warisan Belanda. Malahan gw yakin lu masih terobsesi nonton film porno Amrik dan Jepang kan? Wkwk jari jempol buat lu. Gx usah mencoba ngeles, makin ketauan gw bener.
Tuh orang time traveler jaman batu ya? Abad berapa nih kita?

No offense guys, Ai cuma mengajak anda-anda sekalian untuk memahami hal ini. Kita kan berpendidikan ya, seenggaknya tamat SMP lah. Masa iya jaman sekarang masih sibuk berkoar tentang jajah-menjajah sementara prestasi kosong melompong. Yang ada bangsa lain ngetawain kita karena rasisme masih diminati sama generasi global.
Malay Alay aja sekarang sudah ngakak ngikik liat Indo marak korup dan krisis ini-itu, padahal mereka juga pernah dijajah. Nah, apa kita gx malu? Kalo Ai sih jujur malu, that’s why I don’t want our beautiful Indonesia to be a chirping bird inside its nest. Koar-koar di negeri sendiri, tapi bagaikan a wild flower in a field alias bunga liar di padang. Gx ada apa-apanya. Mau maki-maki bangsa lain, liat dulu cerminan diri negeri kita.
Indonesia dulu malah lebih bagus daripada kita yang sekarang. Patriotisme masih membara, masih cinta tanah air. Kita aja kalo upacara bendera mending ngumpet di belakang WC ato sengaja telat berangkat. Ckck.

‘something’ banget dah.

Yang jelas, benahi dulu lah diri kita sendiri sebelum mengungkit jeleknya orang lain. Seandainya ada ratusan tipe manusia kayak yang satu itu, maka mulai sekarang kita mesti mempertanyakan nasib negeri kita.

Silahkan renungkan. Capek nih ngetiknya.