Apa yang baik

Because I begin to love planking and I got several reactions on my planking photo, it’ll be good to give some sayings about Planking.

Aku pikir planking jauh lebih baik dari pada hal negative yang dilakukan remaja sekarang. You know, ada banyak banget trend-trend remaja yang fun dan positive kayak flash mob, shuffle, street dance, go green movement, dan banyak yg lain. Bahkan Alayisme Indonesia sebenarnya juga positive lho, setidaknya Alayiser punya jati diri dan gx menjurus ke hal-hal negative. Drugs, alcohol consumption, merokok, bullysm, gangism, free sex, gw bingungnya kenapa hal yang merusak pribadi dan tubuh justru lebih dianggap ‘gaul’ dan ‘keren’. Begitu ada yg gokil-gokilan, mencoba mengekspresikan diri dengan hal yang faktanya tidak mengganggu dan tidak dilarang agama justru dianggap aneh dan kurang kerjaan?

I can’t actually say that I’m the innocent one in these case. Aku nyobain rasanya merokok dari kelas 3 SD sampai akhirnya aku gx merasa lagi rokok itu sesuatu yg fun, kisah pacaranku dulu juga udah hampir ke tahap Free sex tapi akhirnya gx jadi akibat sebuah pertanyaan di kepalaku, “Apakah penting melakukannya?”. Aku adalah orang yg mempertimbangkan penting atau gxnya melakukan suatu tindakan, sehingga aku jadi ingin bertanya pada yang membaca post ini, “Pentingkah berbuat hal negative?”

so, kalau mempertimbangkan mana yang lebih penting antara gerakan ‘kurang kerjaan’ seperti Planking dengan ‘Gaul anak muda’ seperti hal-hal yg aku sebutin di atas, Thank you very much, aku pilih planking. Murah meriah, seru, fun, stress relief, gx merusak, gx dilarang pemerintah maupun agama, dan bikin happy.😀

Your answer 1 > “Udah terlanjur!”

Ibaratkan kamu nyemplung ke empang, bau, penuh lumpur, terus karena udah terlanjur terus mau mendekem di situ kayak bebek di sawah? Wkwk. Ya silahkaan.. Soook.. Yah ma bro, talking about Mr. Excuse. Alasan itu gampang di cari. Gampang kayak cari upil di lobang hidung. Like me, yg pernah tergoda free sex, akhirnya gx jadi bukan? Why? Because I know it’s not the real me. Like I said before, “Pentingkah?”

Your Answer 2 > “Urusan gw, bukan urusan lo! Gw yg ngejalanin dan gw tau resikonya, gx usah ikut campur!”

Then fine, silahkan untuk tidak meneruskan lagi membaca post ini dan cari bahan bacaan lain. Aku cuma mempersembahkan ini untuk mereka yg masih sayang sama diri sendiri dan orang terkasihnya. Para druggers, silahkan pakai drugs sesukamu karena kamu tentunya sudah tahu suatu hari nanti kamu akan mati mengenaskan dengan tubuh bengkak dan membiru dan busa yg keluar dari mulutmu akibat OD. Peminum alkohol bisa mengikuti jejak salah satu tetangga saya yang meninggal dengan beberapa botol miras di temukan di dekat mayatnya, otopsi menunjukkan organ tubuhnya rusak semua. Para free sexer silahkan menambah lebih banyak kasus pembuangan anak, penjualan anak, pembunuhan anak, aborsi, nikah terlalu muda, PSK, AIDS, penyakit kelamin, dan masih banyak lagi. Bullier, geng motor yang bersifat negatif kayak merampok dan semacamnya, abuser, yaah terusin aja aksimu. Toh jumlah manusia udah semakin banyak, bunuh satu dua gx masalah kan? Kurang samsak kan, makanya mukulin orang sampai masuk rumah sakit, BBM juga gx terlalu jadi masalah wong belinya pake barang rampokan. Dan perokok, ehm.. Silahkan kita berikan pengecualian untuk yg satu ini. Secara kasat mata rokok penyumbang devisa negara. Haha, congrats! You pass! Nah.. Lakukan saja jika anda merasa itu urusan anda. Udah tau resikonya, kan? Aku pun tahu resiko planking, di ketawain orang. Drugs, OD. Free sex, STD dan anak-anak di luar nikah, belum lagi dosa zinnah. Alkohol, mati, nyusahin orang lagi. Merokok, paling bengek doank. Wkwk.

JADI APA YANG BAIK UNTUKMU?